Jakarta, InfoPublik - Badan Penghubung (BP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi dukungan penyaluran bantuan 15 ton logistik dan 20 perangkat internet satelit Starlink dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk percepatan penanganan pascadampak gempa bumi di NTT.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) BP Provinsi NTT, Christine Edutha Mau, menyampaikan bahwa bantuan perangkat Starlink tersebut sangat dibutuhkan untuk memperkuat konektivitas, terutama di daerah terpencil dan sulit dijangkau pascaditempuh gempa.
Mengenai penempatan perangkat Starlink, Christine menjelaskan bahwa penentuan titik distribusi akan dilakukan langsung oleh tim teknis di daerah yang lebih memahami peta kebutuhan masyarakat di lapangan. “Semoga dengan adanya bantuan Starlink ini dapat lebih memperkuat sinyal, sehingga kami para perantau bisa memantau kondisi orang tua dan keluarga di sana,” ujar Christine saat acara penyerahan bantuan di kantor BP NTT, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026).
Christine mengungkapkan, konektivitas komunikasi menjadi perhatian utama mengingat gempa susulan masih terus melanda NTT. Hingga Sabtu pagi, gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2 tercatat mengguncang wilayah Manggarai, menambah deretan gempa susulan yang secara keseluruhan diperkirakan telah mencapai sekitar 4.000 kejadian.
Dalam kesempatan yang sama, penyerahan 20 perangkat Starlink dilakukan secara langsung oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahaya. Fifi menegaskan bahwa perangkat tersebut difungsikan sebagai penguat akses komunikasi di titik-titik krusial yang membutuhkan, meskipun 812 site BTS yang terdampak gempa di delapan kabupaten di NTT saat ini telah berhasil dipulihkan 100 persen. “Kalau untuk Starlink, tentu tidak ada salahnya kami memberikan penguatan-penguatan jika masih ada titik-titik yang misalnya terdampak. Tapi dari laporan terakhir, kami bisa memulihkan seluruh BTS yang ada di wilayah terdampak gempa,” kata Fifi yang mewakili Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
Menurut Fifi Aleyda Yahya, pemulihan seluruh BTS menjadi bagian dari upaya Komdigi memastikan masyarakat tetap memiliki akses komunikasi setelah bencana. Sementara perangkat Starlink diberikan sebagai penguatan tambahan untuk mendukung kebutuhan komunikasi di lapangan.