Presiden Jokowi dan PM Rasulzoda Bahas Kerja Sama Pengelolaan Sumber Daya Air

: Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden


Oleh Tri Antoro, Senin, 20 Mei 2024 | 17:22 WIB - Redaktur: Untung S - 96


Badung, InfoPublik -  Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Tajikistan Qohir Rasulzoda membahas penguatan kerja sama dalam pengelolaan sumber daya air. Keduanya, menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan global terkait air.

Dalam pertemuan itu, secara khusus, Presiden Jokowi mengapresiasi, dukungan Tajikistan terhadap dokumen hasil forum yang akan diadopsi. Pihaknya, berkomitmen bekerja sama dalam menjamin keberlanjutan kualitas air bersih demi kesejahteraan bersama.

“Indonesia terus berkomitmen untuk bekerja sama menjamin keberlanjutan kualitas air bersih demi kesejahteraan bersama. Dan saya mengharapkan kontribusi Tajikistan sebagai salah satu leader dalam global water policy untuk mencari solusi bersama,” ujar Presiden Jokowi  di Bali International Convention Center (BICC), Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Senin (20/5/2024). 

Menanggapi hal itu, PM Tajikistan Rasulzoda menyampaikan, pentingnya hubungan antara kedua negara. PM Rasulzoda juga menyampaikan apresiasinya atas peran konstruktif Indonesia dalam urusan regional dan internasional.

“Tajikistan mengakui Indonesia sebagai mitra penting di kawasan dan tertarik untuk memperkuat kerja sama multilateral dan saling menguntungkan di negara kita. Kami sangat mengapresiasi pencapaian signifikan negara saudara Indonesia dalam jalur pembangunan ekonomi dan sosial dan peran konstruktif negara Anda dalam urusan regional dan internasional juga sangat berharga,” jelasnya.

Lebih lanjut, PM Tajikistan mengundang delegasi Indonesia untuk menghadiri konferensi internasional tentang Dekade Aksi Internasional “Air untuk Pembangunan Berkelanjutan” yang akan diselenggarakan di Dushanbe. PM Rasulzoda juga menyoroti bahwa tahun 2024 akan menandai perayaan 30 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara, menyatakan bahwa ini adalah kesempatan untuk memperdalam dan memperluas kerja sama.

“Pada tahun 2024 ini kita akan merayakan 30 tahun hubungan diplomatik antara Tajikistan dan Indonesia dan menurut saya hubungan kita masih perlu diperkuat dan diperluas,” ucapnya.

 

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Isma
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 20:10 WIB
Pencapaian Inflasi Indonesia Terkendali
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 14:35 WIB
PUPR Dorong Pembangunan Infrastruktur Hijau Songsong Indonesia Emas 2045
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 14:20 WIB
Indonesia Komitmen Terapkan Sumber Energi Terbarukan
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 11:12 WIB
Menteri PUPR Dorong Kolaborasi Transformatif untuk Ketahanan Air Global
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Senin, 10 Juni 2024 | 21:34 WIB
Sergek Projects Hadirkan Mobilitas dan Lalu Lintas Cerdas Berbasis AI di IKN
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Senin, 10 Juni 2024 | 21:30 WIB
Menteri PUPR Buka Peluang Kerja Sama Industri dan Infrastruktur dengan Tajikistan