Geopark Gorontalo: Merajut Masa Depan Berkelanjutan dari Serpihan Sejarah Purba
Ilustrasi Gorontalo Geopark. (Foto: geopark.gorontaloprob.go.id)
Ilustrasi Gorontalo Geopark. (Foto: geopark.gorontaloprob.go.id)
Gorontalo, InfoPublik - Gorontalo bersiap mengukir masa depannya dengan mengusung konsep pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan Geopark.
Anugerah kekayaan alam yang dimiliki mulai dari kawasan pesisir dengan formasi karang yang memesona, perbukitan karst yang menyimpan narasi purba, hingga situs budaya dan keanekaragaman hayati, bukan lagi dilihat sebagai komoditas eksploitasi, melainkan sebagai modal berharga untuk dibangunkan secara arif dan bertanggung jawab.
"Provinsi Gorontalo dianugerahi keindahan dan keragaman geologi yang luar biasa," kata Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM Yosef P. Koton, mewakili Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syaidah Rusli Habibie, saat membuka workshop Geopark Gorontalo dengan tema "Geopark untuk masa depan, dari Gorontalo Menuju Pembangunan Berkelanjutan" di aula David Tony Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Kamis (20/11/2025).
Yosef mengatakan, dari kekakayaan kawasan pesisir dengan formasi karang yang kaya, wilayah perbukitan karst yang menyimpan sejarah purba, hingga situs-situs budaya dan keragaman hayati yang menjadi satu kesatuan identitas daerah Gorontalo.
Semua itu merupakan modal besar bagi Gorontalo untuk mengembangkan geopark berkelas nasional, bahkan internasional.
Yosef mengatakan, pengembangan Geopark Gorontalo bukan hanya tentang peningkatan status, tetapi tentang membangun model pembangunan yang seimbang antara ekonomi dan konservasi.
Selain itu, juga seimbang antara inovasi dan pelestarian, serya kepentingan masyarakat hari ini dan masa depan generasi kita.
Menurutnya, workshop tersebut menjadi sangat penting karena memiliki tiga tujuan utama yaitu, yang pertama memperluas pemahaman tentang pengelolaan geopark berdasarkan praktik terbaik dunia, harus belajar dari geopark lain, termasuk yang sudah mendapat pengakuan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Pendidikan, Sains, dan Budaya (UNESCO), agar Gorontalo dapat menapaki proses yang sama dengan kualitas yang memenuhi standar.
Kedua, memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan pihak swasta. Geopark tidak bisa dibangun oleh satu sektor saja. Ia adalah hasil kerja bersama—hasil integrasi pengetahuan ilmiah, dukungan kebijakan, inisiatif masyarakat, dan partisipasi ekonomi.
Dan ketiga, merumuskan langkah-langkah strategis yang konkret.
Workshop itu menghasilkan rekomendasi, rencana tindak lanjut, serta jejaring kerja yang nyata untuk memajukan Geopark Gorontalo.
Dalam perjalanan menuju pembangunan berkelanjutan tentu menghadapi berbagai tantangan. Perubahan iklim, degradasi lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga tekanan pembangunan yang kurang terkendali semuanya menjadi ancaman yang nyata. Tetapi di balik tantangan itu ada peluang besar.
"Geopark memberi kita alat, kerangka kerja, dan pendekatan untuk menjawab tantangan tersebut dengan cara yang lebih bijak," ujar Yosef.
Gorontalo terletak di Lengan Utara Sulawesi yang merupakan busur vulkanik yang dibentuk oleh subduksi ganda, yaitu Subduksi Sulawesi Utara di utara dan Subduksi Sangihe Timur di timur dan selatan.
Subduksi menghasilkan aktivitas magmatisme dan vulkanisme yang menghasilkan batuan plutonik dan vulkanik yang tersebar luas.
Unit batuan tertua adalah Formasi Tinombo (Eosen – Miosen Awal). Formasi Tinombo dibentuk bersamaan dengan intrusi gabbro, yang ditindih oleh Bilungala Volcanic, Formasi Dolokapa, dan Formasi Randangan (Miosen Tengah – Pliosen Awal) Pliosen Awal. Pada saat yang sama, Diorite Bone dibentuk yang seharusnya bersifat comagmatic untuk Bilungala Volcanic.
Kemudian membentuk Pani Volcanic, Wobudu Breccia, dan Motomboto Volcanic di Middle Pliocene. Bersamaan dengan itu, Boliohuto Diorite dibentuk yang seharusnya bersifat comagmatic untuk Pani Volcanic, Wobudu Breccia, dan Motomboto Volcanic.(mcgorontaloprov)