Sanur, InfoPublik — Menteri Komunikasi Malaysia, Ahmad Fahmi Mohamed Fadzil, mengungkapkan telah melakukan pertemuan bilateral informal dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Indonesia, Meutya Hafid, dalam rangkaian Bali Tech Week 2026.
Keduanya sepakat untuk kembali bertemu guna melanjutkan pembahasan dalam waktu dekat. “Kami juga sepakat untuk kembali bertemu dalam waktu dekat, mungkin di Singapura, guna melanjutkan berbagai pembahasan dan semakin memperkuat hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan sangat baik,” ujar Fahmi saat memberikan sambutan pada Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Selasa (20/10/2026).
Menurut Fahmi, hubungan kerja sama Indonesia dan Malaysia perlu terus diperkuat melalui komunikasi dan pertukaran pengalaman. Ia menilai kerja sama antarpemerintah semakin penting karena keduanya memiliki kepentingan yang sama. “Saya datang ke forum ini dengan perasaan optimistis,” katanya.
Fahmi juga mengingatkan bahwa transformasi digital Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tidak cukup hanya berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pembangunan pusat data, dan perluasan jaringan telekomunikasi.
Menurutnya, peningkatan konektivitas perlu menjangkau wilayah kepulauan serta daerah yang menghadapi hambatan geografis agar manfaat perkembangan teknologi dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata. “Meski demikian, tantangan yang kita hadapi bukan hanya bagaimana mengadopsi kecerdasan buatan, membangun pusat data, memperluas jaringan telekomunikasi, dan memastikan konektivitas yang lebih baik di seluruh kawasan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur digital harus berjalan seiring dengan peningkatan perlindungan masyarakat dalam menggunakan internet. “Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memastikan internet menjadi ruang yang lebih aman,” tegas Fahmi.
Menurutnya, keamanan internet merupakan salah satu tantangan bersama negara-negara ASEAN dalam mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan bertanggung jawab.
Fahmi Fadzil juga berharap berbagai sesi diskusi Bali Tech Week 2026 dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi peserta, sekaligus memperluas peluang kerja sama antarnegara. “Saya telah meminta tim saya untuk tetap berada di sini dan mengikuti sebanyak mungkin kegiatan yang diselenggarakan. Dengan demikian, kami dapat terus belajar, bertukar pengalaman, dan memperkuat hubungan kerja sama,” ungkapnya.
Menurut Fahmi, pertukaran pengetahuan dan pengalaman diperlukan untuk mendukung pengembangan ekosistem digital sekaligus memperkuat hubungan antarpemerintah di kawasan. “Pada akhirnya, saya berharap kita semua dapat tumbuh dan mencapai kemakmuran bersama,” tambahnya.