Jakarta, InfoPublik – Generasi muda di RW 08, Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, menunjukkan keterlibatannya dalam membangun lingkungan yang guyub sekaligus melestarikan budaya Betawi melalui penampilan Tari Lenggang Nyai dalam penyambutan Tim Verifikator Program Kampung Iklim (ProKlim) tingkat Provinsi DKI Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Penampilan yang dibawakan para remaja putri Karang Taruna RW 08 tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penyambutan, tetapi juga menunjukkan ruang partisipasi generasi muda dalam kegiatan masyarakat di tingkat lingkungan.
Ketua Tim Verifikator Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Susi Andriani, mengapresiasi antusiasme warga RW 08 Sukabumi Utara yang dinilainya menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat di tengah kawasan permukiman padat. “Proklim ini bukan ajang perlombaan atau persaingan antarRW, melainkan bentuk penghargaan tertinggi dari pemerintah bagi masyarakat yang konsisten menjaga lingkungannya. Melihat senyum, energi, dan pakaian berdandan cantik para emak-emak siang ini, kami sangat mengapresiasi kebersamaan warga di sini,” tutur Susi Andriani di RW 08 Sukabumi Utara, Jakarta Barat, Rabu (2/9/2026).
Tari Lenggang Nyai ditampilkan dengan iringan musik gambang kromong. Para penari mengenakan pakaian adat khas Betawi dan membawakan tarian secara atraktif di hadapan tim verifikator dan warga.
Keterlibatan remaja dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyalurkan minat dan bakat secara positif. Aktivitas seni juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus ikut melestarikan budaya Betawi.
Partisipasi generasi muda memperlihatkan bahwa kegiatan di tingkat lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus wilayah, tetapi dapat melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aktif dan memiliki kepedulian bersama.
Dengan dukungan pengurus wilayah serta keterlibatan warga dari berbagai kelompok usia, RW 08 Sukabumi Utara terus mendorong terciptanya lingkungan yang guyub, kreatif, dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi, termasuk melalui kegiatan pelestarian budaya dan gerakan lingkungan.