Gresik Resmikan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, Tampung 405 Siswa
Gresik, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat upaya memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis dan berkualitas dengan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Sekolah yang menjadi bagian dari program prioritas nasional ini diproyeksikan menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif membuka secara resmi MPLS yang berlangsung mulai 31 Juli hingga 21 Agustus 2026.
Bupati Yani menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan sarana pendidikan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul yang mampu mengubah masa depan keluarga dan daerah. "Program ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi fondasi kemajuan bangsa. Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan lebih besar," ujar Yani, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, dimulainya MPLS menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai bagian dari visi Gresik Baru Lebih Maju. "Momen ini bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan komitmen kita membangun sumber daya manusia yang semakin maju, berdaya saing, inklusif, dan sejahtera," katanya.
Bupati menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang sejalan dengan visi Asta Cita, khususnya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, memperkuat pembangunan sumber daya manusia, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan keadilan sosial.
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare tersebut memiliki kapasitas 405 siswa, terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, sekolah juga menampung 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik.
Menurut Yani, penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
"Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, kami memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang membangun generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, mandiri, adaptif, serta memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air," ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kualitas pendidikan saat ini menjadi modal penting menyongsong Indonesia Emas 2045. "Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045, ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global," katanya.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS di Sekolah Rakyat juga diarahkan sebagai wahana pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama.
Bupati Yani menegaskan, kegiatan tersebut bertujuan menanamkan disiplin, tanggung jawab, semangat gotong royong, budaya belajar positif, sikap saling menghormati, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.
Ia juga meminta seluruh guru dan tenaga kependidikan menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari perundungan sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua bagi peserta didik.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. "Pendidikan yang berhasil bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Kolaborasi yang kuat akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan akhlakul karimah," ujarnya.
Kepada para siswa, Yani berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar tersebut dengan sungguh-sungguh dan tidak menjadikan kondisi ekonomi sebagai hambatan dalam meraih cita-cita. "Jangan merasa rendah diri karena keadaan. Kalian berada di sekolah ini bukan karena keterbatasan, melainkan karena negara hadir untuk membuka kesempatan yang lebih besar. Jadikan kesempatan ini sebagai titik awal untuk membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, doa, dan semangat pantang menyerah akan membawa kalian menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa," tuturnya.
Pemkab Gresik berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi mampu melahirkan generasi penerus yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing global, sekaligus menjadi salah satu instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan bermutu.
(dvd)