Jakarta, InfoPublik - Pemerintah terus memperluas perhatian terhadap kesehatan mental melalui skrining dalam program kesehatan. Salah satunya tengah menyiapkan strategi penanganan kesehatan mental secara berjenjang, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit (RS).
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan dengan pendekatan tersebut, pelayanan kesehatan mental diharapkan tidak hanya bergantung pada RS jiwa khusus, tetapi juga dapat diakses melalui fasilitas kesehatan yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikan Menkes Budi pada kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ratusan anggota Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
"Selama ini kita menyiapkan dokter untuk penyakit fisik, tetapi tenaga kesehatan untuk menangani kesehatan mental belum dipersiapkan secara memadai di berbagai fasilitas layanan. Sekarang, setelah masalahnya mulai teridentifikasi, kita harus mempersiapkan penanganannya,” ujar Menkes Budi.
Ia juga mengingatkan pentingnya deteksi dini untuk mengetahui risiko kesehatan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius. Skrining kesehatan mental yang dilakukan pemerintah pada tahun sebelumnya telah menjangkau sekitar 70 juta orang.
Dari pemeriksaan tersebut, lanjut Menkes Budi sekitar tujuh juta orang tercatat memiliki indikasi gangguan kesehatan mental yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
"Melalui program CKG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, masyarakat diharapkan semakin terbiasa memeriksakan kondisi kesehatannya dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan," ujarnya.