Jakarta, InfoPublik – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus pemasok bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya itu dilakukan melalui pengembangan desa tematik berbasis pangan, pertanian, dan perikanan yang sejalan dengan agenda pembangunan dari desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, saat ini terdapat lebih dari 45 ribu BUMDes yang bergerak di berbagai sektor usaha produktif, termasuk desa tematik yang berfokus pada ketahanan pangan dan kelautan.
"BUMDes saat ini jumlahnya lebih dari 45 ribu dengan usaha di bidang desa tematik, yaitu pangan, pertanian, dan kelautan," ujar Yandri saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurut Yandri, penguatan BUMDes merupakan implementasi Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Kemendes PDT pun menetapkan 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia, yang salah satunya berfokus pada penguatan BUMDes.
Selain itu, Kemendes PDT juga mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang didukung Dana Desa. Menurutnya, koperasi tersebut akan menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa. "KDMP ibarat lilin kecil yang menyinari desa. Untuk menerangi Indonesia tidak cukup hanya dengan obor di Monas, tetapi juga lilin-lilin kecil yang menyala di desa," katanya.
Yandri Susanto menjelaskan, melalui Peraturan Menteri Desa Nomor 1 Tahun 2024, pemerintah mewajibkan alokasi minimal 20 persen Dana Desa untuk mendukung program ketahanan pangan. Kebijakan itu mendorong lahirnya berbagai desa tematik, termasuk desa budidaya ikan nila, ikan lele, dan komoditas perikanan lainnya.
Ia mengungkapkan, hampir 1.000 BUMDes kini telah menjadi pemasok bahan baku Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Karena itu, Kemendes PDT berharap BUMDes mendapat afirmasi agar semakin banyak berperan sebagai rantai pasok utama kebutuhan pangan program tersebut. "Kami berharap ada afirmasi terhadap BUMDes agar lebih banyak menjadi penyuplai bahan baku MBG melalui SPPG sehingga benar-benar menjadi pemain utama di tingkat desa," ujarnya.
Kemendes PDT juga tengah menjalankan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) bekerja sama dengan Bank Dunia. Program itu ditargetkan menjangkau 7.000 hingga 10.000 desa, dengan dukungan pendanaan hingga Rp2,5 miliar per desa.
Salah satu fokus program tersebut ialah pengembangan desa nelayan, termasuk budidaya perikanan darat dan rumput laut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan.
Mendes Yandri menambahkan, kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membuahkan hasil, di antaranya keberhasilan BUMDes Desa Bandung, Kabupaten Pandeglang, mengekspor ikan mas nyonya ke Vietnam, serta Desa Kertasana yang mengekspor ikan koi ke Kanada, Prancis, Inggris, dan Afrika Selatan dengan nilai mencapai miliaran rupiah setiap tahun.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah kini memfokuskan program swasembada pada pemenuhan protein ikan setelah swasembada komoditas karbohidrat seperti beras dan jagung menunjukkan capaian positif.
Menurutnya, penguatan sektor perikanan dilakukan melalui pembenahan tata kelola perikanan dan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti pabrik es, gudang pendingin, balai lelang, hingga sarana penunjang lainnya guna meningkatkan kesejahteraan nelayan.