Bone Bolango, InfoPublik – Penguatan kapasitas HAM merupakan salah satu tugas dan fungsi Kementerian HAM dalam menyebarluaskan informasi mengenai hak dan kewajiban asasi manusia kepada masyarakat.
"Kami mengingatkan bahwa pemahaman HAM tidak boleh hanya berorientasi pada tuntutan pemenuhan hak pribadi, tetapi juga harus disertai kesadaran untuk menghormati hak orang lain," kata Kepala Wilayah Kerja Gorontalo Kemenrterian HAM, Sarton Dali, Rabu (4/11/2026).
Sarton menjelaskan Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Gorontalo terus mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran Hak Asasi Manusia (HAM) di kalangan generasi muda, seperti yang ia lakukan di SMA Negeri 1 Bonepantai, melalui kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi pelajar.
Kegiatan ini menjadi upaya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menghargai keberagaman.
Kegiatan tersebut diisi dengan pengenalan dasar-dasar HAM serta diskusi interaktif mengenai pencegahan perundungan (bullying) dan pentingnya menghormati hak orang lain, termasuk dalam penggunaan media digital.
"Banyak orang menuntut hak asasi manusianya, tetapi tidak menghormati hak asasi manusia orang lain," ujarnya.
Menurut Sarton, lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang penting untuk menanamkan pemahaman HAM, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan perundungan di kalangan pelajar.
Analis HAM Ahli Muda Kanwil KemenHAM Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Gorontalo, Nouval Mohamad, mengajak para siswa mengenali hak-hak dasar yang dimiliki setiap manusia sejak lahir.
Ia menjelaskan bahwa setiap pelajar memiliki hak memperoleh pendidikan, mendapatkan perlindungan dari kekerasan, menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, serta memperoleh perlakuan yang adil tanpa diskriminasi.
Selain hak, siswa juga diingatkan mengenai kewajiban, seperti menghormati guru dan sesama teman, mematuhi tata tertib sekolah, serta menjaga fasilitas pendidikan.
Nouval juga menekankan pentingnya empati sebagai kemampuan memahami perasaan dan kondisi orang lain. Sikap tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti mendengarkan teman, tidak mengucilkan seseorang karena perbedaan, dan memberikan dukungan kepada korban perundungan.
Melalui kegiatan ini, KemenHAM berharap para pelajar SMA Negeri 1 Bonepantai dapat menjadi generasi muda yang memahami HAM, memiliki karakter berempati, serta mampu menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu secara terpisah Kepala SMA Negeri 1 Bonepantai, Nurani Usman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi HAM sangat penting untuk membentuk karakter dan akhlak peserta didik, bukan hanya meningkatkan pengetahuan akademik.
Ia berharap materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Harapan kami, siswa bukan hanya menerima materi, tetapi benar-benar bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Nurani. (mcgorontaloprov/rls/akp)