Lumajang, InfoPublik – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Nusantara Desa Wonorejo meningkatkan keterampilan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Untuk mengembangkan konten informasi desa yang lebih kreatif, informatif, dan mudah diakses masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop KIM Cerdas Digital bertema “Optimalkan AI untuk Konten Media Sosial yang Kreatif dan Informatif” yang digelar Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jember bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang.
Kegiatan itu diikuti sekitar 40 perwakilan KIM. Kemudian, konten kreator asal Lumajang, Lintang Linggar Pekasih, hadir sebagai narasumber dengan memberikan materi tentang pemanfaatan AI dalam produksi konten media sosial.
Materi yang disampaikan mencakup pengembangan ide, penyusunan narasi, hingga pengemasan konten digital agar lebih kreatif dan komunikatif.
Ketua KIM Nusantara Desa Wonorejo, Disse Aria Dewi, mengaku memperoleh tambahan wawasan mengenai pemanfaatan AI setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, meskipun telah mengenal dan mencoba menggunakan AI untuk membuat konten, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dipelajari agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan.
“Saya sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena banyak menambah wawasan tentang AI. Selama ini saya sudah mengenal dan mencoba menggunakan AI, tetapi ternyata masih ada beberapa hal yang belum saya pahami. Terkadang hasil yang diberikan AI juga belum sesuai dengan apa yang kita harapkan. Karena itu, melalui workshop ini saya ingin belajar lebih banyak agar bisa memanfaatkannya dengan tepat,” ungkap Disse di Auditorium Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Rabu (4/11/2026).
Bagi KIM Nusantara Desa Wonorejo, pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu pengembangan konten mengenai aktivitas masyarakat, potensi lokal, kegiatan pemerintahan desa, serta program pemberdayaan masyarakat.
Berbagai informasi tersebut dapat dikemas melalui narasi maupun materi visual yang lebih menarik untuk dipublikasikan melalui media digital.
Namun, pemanfaatan AI tetap perlu disertai pemeriksaan fakta dan sumber informasi sebelum konten dipublikasikan.
Teknologi tersebut berfungsi sebagai alat bantu dalam proses kreatif, sedangkan ketepatan data, kesesuaian konteks, dan tanggung jawab publikasi tetap berada pada pengelola konten.
Melalui workshop tersebut, KIM Nusantara Desa Wonorejo diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan media informasi desa sekaligus memperkuat perannya dalam menyampaikan informasi publik yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/KIM Wonorejo/An-m)