Bone Bolango, InfoPublik – Koordinator Wilayah Kerja KemenHAM Gorontalo, Sarton Dali, menegaskan tindakan perundungan bukan sekadar persoalan bercanda antarteman.
Perilaku seperti mengejek nama, menghina kondisi fisik, mendorong, memukul, hingga mempermalukan seseorang melalui media sosial merupakan tindakan yang dapat merendahkan martabat manusia.
Ia mengingatkan, bahwa dampak perundungan dapat berlangsung panjang, bahkan memengaruhi kondisi mental dan kepercayaan diri korban.
“Segala perbuatan yang tidak kita sukai dan tidak ingin kita rasakan sendiri, jangan dilakukan kepada orang lain,” kata Sarton, Rabu (4/11/2026).
Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berteman, dan meraih cita-cita. Namun, perundungan atau bullying masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
"Kami sudah mengedukasi pelajar SMP Negeri 1 Bonepantai untuk membangun budaya pertemanan tanpa kekerasan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas HAM pada hari Selasa kemarin," ujar Sarton.
Sarton menceritakan dalam sesi diskusi, para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital.
Suasana semakin interaktif ketika peserta mulai mengajukan pertanyaan mengenai dasar hukum HAM, hak-hak anak, hingga langkah perlindungan terhadap anak dari tindakan kekerasan dan eksploitasi.
Sarton menjelaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan perlindungan. Karena itu, pelajar perlu memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.
Ia juga mengajak siswa membangun keberanian untuk menyampaikan pendapat, mengembangkan empati, serta tidak ikut-ikutan melakukan perundungan terhadap teman.
Sementara itu, Wakil Kepala SMP Negeri 1 Bonepantai, Irmawati Ibrahim, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di sekolah.
Irmawati juga menyampaikan salah satu persoalan yang sedang dihadapi sekolah, yakni keterbatasan air bersih akibat musim kemarau.
Melalui kegiatan ini, KemenHAM berharap para pelajar dapat menjadi bagian dari perubahan dengan membiasakan sikap saling menghormati, tidak melakukan kekerasan, dan berani mencegah perundungan.
Pesan yang ingin ditanamkan sederhana: menjadi siswa yang hebat bukan berarti harus merasa paling kuat, melainkan mampu menghargai dan memperlakukan orang lain dengan baik. (mcgorontaloprov/rls.akp)