SLEMAN, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Sleman mematangkan persiapan penanaman pohon penyimpan air di kawasan Padukuhan Jetis, Kalurahan Pondokrejo, Rabu (4/11/2026).
Langkah strategis lintas sektor ini dieksekusi sebagai mitigasi jangka panjang untuk memulihkan ekosistem lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan air bagi masyarakat.
Lurah Pondokrejo, R. Widayatma, menyoroti fenomena menyusutnya sejumlah sumber mata air yang berdampak langsung pada kelangsungan hidup sektor agraris di wilayahnya.
"Permasalahan yang kami hadapi saat ini adalah sumber mata air yang habis ketika musim kemarau, pada masa tanam ketiga pertanian juga mulai mengalami kekurangan air," ungkap Widayatma.
Merespons krisis ekologis tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menginstruksikan penanaman jenis pohon berkarakter pelindung air seperti beringin dan gayam.
Spesies vegetasi berakar dalam tersebut dinilai memiliki daya tahan dan kemampuan serap yang tinggi untuk mempertahankan cadangan air tanah.
Program reboisasi ini diklaim tidak sekadar berorientasi pada estetika penghijauan kawasan semata, melainkan wujud nyata pengamanan ketahanan pangan daerah.
"Kita ingin menjaga sumber air agar tetap tersedia pada musim kemarau, menghidupkan kembali tradisi reboisasi, menghijaukan lahan kering, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi kemakmuran masyarakat," tegas Danang.
Perhelatan pelestarian alam ini turut dikawal oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan jajaran kepolisian sektor setempat guna memastikan soliditas program.
Masyarakat diharapkan proaktif merawat bibit pohon yang telah ditanam agar manfaat ekologisnya dapat menopang keberlanjutan pertanian di masa depan. (MC Kab. Sleman/KIM Tempel/SBD)