Palembang, InfoPublik – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar Job Fair Sumsel 2026 dengan menyediakan 2.557 lowongan pekerjaan dari 26 perusahaan di Palembang Square Mall, Kota Palembang, pada 4–5 November 2026.
Bursa kerja yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel bekerja sama dengan Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap lapangan kerja sekaligus menekan tingkat pengangguran.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, saat membuka kegiatan pada Rabu (4/11/2026), mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah, media, dan dunia usaha dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
"Hari ini, melalui kerja sama Pemprov Sumsel, Disnaker, Tribun-Sripo, serta mitra korporasi, kita membuka harapan hebat bagi anak-anak muda Sumsel. Terima kasih kepada 26 perusahaan yang telah membuka diri dan menjembatani penantian para pencari kerja," ujar Herman Deru.
Mengusung tema "Menghubungkan Talenta, Memperluas Peluang, Mewujudkan Tenaga Kerja Sumatera Selatan yang Berdaya Saing", kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat kualitas dan daya saing tenaga kerja daerah.
Dalam arahannya, Herman Deru mendorong perusahaan agar tidak menjadikan usia sebagai satu-satunya pertimbangan dalam proses rekrutmen, terutama bagi pelamar yang masih memiliki keterampilan dan pengalaman kerja.
Menurutnya, pekerja yang pernah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap memiliki peluang untuk berkontribusi apabila kompetensinya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
"Jangan hanya dilihat dari usia, sebab banyak yang di usia tertentu masih memiliki kemampuan luar biasa. Lebih baik kemampuan itu dinilai langsung saat proses wawancara. Ke depan, kita harapkan hal ini bisa didorong," tegasnya.
Herman Deru juga meminta perusahaan, baik yang bergerak melalui penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA), untuk memberikan prioritas kesempatan kerja kepada masyarakat lokal.
Apabila perusahaan membutuhkan penguasaan teknologi atau keterampilan khusus, ia mendorong adanya alih pengetahuan melalui pendampingan dan pelatihan bagi tenaga kerja daerah.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Sumsel sekaligus Ketua Pelaksana, Indra Bangsawan, menjelaskan bahwa Job Fair Sumsel 2026 merupakan salah satu upaya Pemprov Sumsel mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung dan melalui sistem digital.
"Alhamdulillah tahun ini sebanyak 26 perusahaan menyediakan 2.557 lowongan pekerjaan. Tercatat sebanyak 3.122 peserta telah mendaftar melalui sistem pendaftaran digital (scan barcode). Kami berharap upaya ini mampu menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumsel agar tetap berada jauh di bawah rata-rata nasional," ungkap Indra.
Menurut Indra, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sumsel di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang dalam memperluas kesempatan kerja.
Disnakertrans Sumsel juga menjalin kerja sama dengan kepolisian melalui program POLRI RAN (Polisi Peduli Pengangguran) untuk mendukung terciptanya kondisi ketenagakerjaan yang kondusif.
Selain menyediakan lowongan pekerjaan, Job Fair Sumsel 2026 menghadirkan gelar wicara, diskusi panel, dan layanan konsultasi karier gratis bagi pengunjung.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Sumsel berharap akses terhadap informasi dan peluang kerja semakin terbuka sehingga dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta kesejahteraan masyarakat.