Sidoarjo, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo membuka Bursa Kerja Terbuka (Job Fair) Hybrid 2026 dengan menyediakan 4.246 lowongan pekerjaan dalam dan luar negeri dari 60 perusahaan dan lembaga. Pendaftaran dan pelamaran secara daring berlangsung hingga 5 November 2026.
Kegiatan tersebut dibuka Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, M. Ainur Rahman, di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Selasa (3/11/2026).
Bursa kerja yang menawarkan 298 posisi jabatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo menekan angka pengangguran sekaligus mendukung target penciptaan 100 ribu lapangan kerja baru.
Ainur Rahman menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sidoarjo meningkat dari 5,54 persen pada 2024 menjadi 5,63 persen pada 2025.
Sektor industri manufaktur masih menjadi penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi sebesar 49,45 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Sementara itu, realisasi investasi hingga semester pertama 2026 mencapai Rp7,7 triliun dari target Rp15,7 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 8.485 orang.
Angka kemiskinan juga menurun dari 4,53 persen pada 2024 menjadi 4,40 persen pada 2025.
“Capaian ini menempatkan Sidoarjo di urutan ke-34 dari 38 kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan tergolong rendah di Jawa Timur,” ucapnya.
Meski demikian, Ainur Rahman menyampaikan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih menjadi tantangan bagi Pemkab Sidoarjo.
TPT Sidoarjo turun 0,74 poin persentase dari 6,49 persen pada 2024 menjadi 5,75 persen pada 2025. Namun, angka tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan daerah lain di Jatim.
“Menanggapi kondisi ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah. Dalam pembukaan Bursa Kerja Terbuka 2026, sebanyak 60 perusahaan dan lembaga berpartisipasi menyediakan 4.246 lowongan pekerjaan yang mencakup 298 posisi jabatan,” ucapnya.
Pemkab Sidoarjo juga mengapresiasi perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.
“Pemerintah daerah berharap kegiatan bursa kerja ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidoarjo secara nyata,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, Dwieko Saptono, menjelaskan bahwa job fair bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara lebih mudah, cepat, transparan, dan terarah.
Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan perusahaan dan ketersediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi.
“Dalam idiom Jawa, kondisi ini disebut dengan tetuku seng tuku ora teka-teka, seng dituku ya ora tuku-tuku. Artinya, ada gap antara kesenjangan yang harus kita jembatani,” ucap Dwieko.
Dwieko mengatakan pelaksanaan Job Fair 2026 menggunakan metode hibrida, yakni menggabungkan layanan daring dan luring.
Pendaftaran dan pelamaran secara daring telah dibuka sejak 29 Oktober hingga 5 November 2026. Adapun proses seleksi oleh perusahaan berlangsung hingga akhir 2026 dan akan terus dipantau Disnaker Sidoarjo.
“Metode hybrid ini, para pencari kerja dapat lebih mudah mengakses informasi dan melamar berbagai lowongan pekerjaan. Di pihak perusahaan juga lebih mudah dalam proses seleksi serta dapat menjangkau kandidat yang lebih luas dan sesuai dengan kebutuhan,” ucapnya.
Untuk peluang kerja dalam negeri, kebutuhan terbesar berasal dari posisi pengemudi taksi listrik dengan 800 lowongan.
Sementara itu, PT KMI menyediakan 1.400 lowongan kerja untuk penempatan di sejumlah negara di kawasan Asia, menjadikannya penyedia peluang kerja luar negeri terbanyak dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap Job Fair pada hari ini dapat menjadi jembatan yang efektif untuk mengantarkan masyarakat Sidoarjo mendapatkan pekerjaan, dan bagi pencari kerja saya harap tetap memiliki pikiran positif, karena kami Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selalu berupaya maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
(Git)