Probolinggo, InfoPublik – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, meninjau penyaluran bantuan biaya pendidikan afirmasi bagi 204 siswa dengan nilai masing-masing Rp1 juta di SMK Negeri 4 Kota Probolinggo, Provinsi Jatim, Selasa (3/11/2026).
Bantuan dengan total alokasi Rp204 juta tersebut ditujukan kepada siswa dari kelompok masyarakat desil 1 hingga 4 guna mencegah anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“204 siswa penerima bantuan berasal dari desil 1 sampai 4. Kita harapkan tidak ada alasan mereka kemudian berhenti atau putus sekolah karena persoalan ekonomi, sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan,” ungkap Khofifah.
Menurutnya, bantuan pendidikan afirmasi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan memastikan setiap anak memperoleh kesempatan melanjutkan sekolah.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Bank Jatim dengan mekanisme pencairan tunai kepada masing-masing penerima. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyaksikan proses penyaluran sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan siswa.
Selain itu, Khofifah melihat pameran karya dan produk unggulan dari 11 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Probolinggo.
Produk yang dipamerkan meliputi olahan pangan, tanaman hias, budi daya ikan, serta berbagai produk turunannya. Pameran tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan keterampilan melalui pembelajaran berbasis praktik.
Kegiatan itu sekaligus memperkuat pelaksanaan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang mendorong sekolah memanfaatkan lingkungan sebagai sarana pembelajaran dan produksi pangan.
Khofifah menjelaskan bahwa Program SIKAP dikembangkan di berbagai satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, di Jawa Timur.
Melalui program tersebut, sekolah didorong mengoptimalkan lahan dan media tanam yang tersedia untuk membudidayakan komoditas pangan.
“Kita harapkan bahwa ketahanan pangan bisa kita maksimalkan melalui media tanam yang memungkinkan. Jadi, kalau tidak ada lahan langsung, bisa memanfaatkan pot, polybag, dan berbagai media tanam lainnya,” tutur Khofifah.
Ia mencontohkan sejumlah komoditas yang dapat dibudidayakan menggunakan media tanam sederhana, antara lain kentang, daun bawang, tomat, cabai, dan terong.
“Sekolah itu menjadi bagian dari pembelajaran dan penguatan terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia. Langkah ini dimulai dari sekolah-sekolah di Jawa Timur,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap Program SIKAP, Khofifah bersama jajaran pemerintah daerah, guru, dan siswa turut melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah.
Sebanyak 100 pohon yang terdiri atas alpukat, mangga, dan kelengkeng ditanam untuk mendukung penghijauan sekaligus pemanfaatan lingkungan sekolah secara produktif.
Melalui bantuan pendidikan afirmasi dan Program SIKAP, Pemprov Jatim berupaya memperluas kesempatan belajar bagi siswa sekaligus mendorong sekolah berperan dalam penguatan ketahanan pangan.
(mir/fa)