Palembang, InfoPublik – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, memaparkan inovasi Kampung Patin dan Simponi Alkes Sumsel dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual dari Griya Agung, Kota Palembang, Provinsi Sumsel, pada Selasa (3/11/2026).
Kedua inovasi tersebut berfokus pada penguatan hilirisasi sektor perikanan dan digitalisasi pengawasan alat kesehatan guna meningkatkan perekonomian serta kualitas pelayanan publik di Sumsel.
Sumsel menjadi salah satu dari 57 pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, yang terpilih mempresentasikan inovasinya di hadapan 30 penilai independen dari kalangan akademisi, praktisi media, serta perwakilan kementerian dan lembaga nasional.
Herman Deru menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel terus memperkuat Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) melalui pengembangan komoditas unggulan, khususnya ikan patin.
Dalam paparannya, Herman Deru menekankan bahwa ikan patin merupakan komoditas unggulan Sumsel yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk industri bernilai tambah.
Menurutnya, Sumsel merupakan salah satu sentra produksi ikan patin nasional dengan kegiatan usaha yang melibatkan lebih dari 4.000 tenaga kerja lokal.
Herman Deru menjelaskan bahwa melalui inovasi Kampung Patin, pengembangan komoditas tersebut tidak lagi hanya berorientasi pada budi daya, tetapi juga diarahkan pada hilirisasi produk berupa filet ikan patin.
Produk olahan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sektor hotel, restoran, dan katering (horeka), sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Selain Kampung Patin, Herman Deru memperkenalkan inovasi Simponi Alkes Sumsel sebagai sistem digital terintegrasi untuk mendukung pengawasan peredaran dan kelayakan alat kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa Simponi Alkes Sumsel dikembangkan untuk memudahkan masyarakat dan tenaga kesehatan dalam memperoleh informasi mengenai legalitas, standar keamanan, dan kelayakan alat kesehatan secara terbuka serta waktu nyata (real time).
Menurutnya, inovasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat transparansi pengawasan serta mendukung keterjangkauan produk alat kesehatan bagi masyarakat.
Melalui partisipasi dalam IGA 2026, Pemprov Sumsel menunjukkan upaya pengembangan inovasi daerah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pelayanan publik, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan potensi unggulan daerah.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, dalam sambutannya menegaskan pentingnya inovasi pemerintah daerah untuk menghadapi perubahan global, meningkatkan daya saing nasional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Pemerintah daerah harus mampu memetakan sektor unggulan, menyusun program yang produktif, serta menggalakkan potensi ekonomi baru agar berdampak langsung pada perekonomian masyarakat," ujar Akhmad Wiyagus.