Palembang, InfoPublik — Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, mengungkapkan keberhasilan daerahnya menurunkan angka stunting lebih dari 6 persen pada 2023 melalui kolaborasi pemerintah dan tenaga kesehatan. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan untuk memastikan anak tumbuh sehat dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru di hadapan sekitar 2.000 dokter anak dari seluruh Indonesia dalam acara Sriwijaya Imperial Night, rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-14 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), di Kota Palembang, Provinsi Sumsel, Minggu (25/10/2026) malam.
Menurut Herman Deru, penanganan stunting tidak cukup dilakukan setelah anak dilahirkan. Perhatian terhadap kesehatan ibu selama kehamilan menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan kesehatan anak.
Upaya tersebut dinilai strategis dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sebagai bentuk komitmen memperluas pelayanan kesehatan ibu dan anak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah mengaktifkan 600 pos pelayanan terpadu (posyandu) hingga ke wilayah pelosok.
Keberadaan posyandu tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan dasar, khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan pendampingan kesehatan ibu.
Herman Deru mengatakan keberhasilan penurunan stunting di Sumsel tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama tenaga medis yang berperan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak.
"Tahun 2023 berkat dukungan semua pihak, khususnya para dokter anak, Sumsel berhasil menurunkan angka stunting lebih dari 6%. Kami berharap forum ilmiah ini dapat melahirkan rekomendasi konkret bagi kebijakan kesehatan anak di Sumsel," ujar Herman Deru.
Ia berharap penyelenggaraan PIT IDAI ke-14 dapat menghasilkan berbagai masukan dan rekomendasi ilmiah yang dapat digunakan pemerintah daerah dalam memperkuat program kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat merupakan faktor penting untuk menjaga keberlanjutan upaya pencegahan stunting.
Selain itu, Herman Deru turut mengapresiasi penyelenggaraan PIT IDAI ke-14 di Palembang yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah.
Kehadiran para dokter anak tersebut dinilai turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi lokal, termasuk meningkatnya konsumsi kuliner khas Palembang, seperti pempek.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumsel terhadap penyelenggaraan pertemuan ilmiah tersebut.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara organisasi profesi kedokteran dan pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak di Indonesia.
"Kalau melihat Bumi Sriwijaya kita melihat masa-masa keemasan nusantara, peradaban ini bisa kita terapkan dalam melayani kesehatan anak. Kita tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus bekerja sama dengan pemda setempat," pungkasnya.