Bone Bolango, InfoPublik - Tim Reses DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Lonuo, Kabupaten Bone Bolango, guna memastikan kesiapan fasilitas sekaligus mengidentifikasi sejumlah kendala yang menyebabkan TPA tersebut belum juga beroperasi, Selasa (3/11/2026).
Kunjungan lapangan dipimpin oleh Ketua Tim Reses, Hamzah Idrus, bersama anggota tim, yakni Faisal Hulukati, Syamsir Kiayi, Femi Udoki, Loly Junus, dan Yeyen Sidiki.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menemukan bahwa berbagai fasilitas pendukung telah tersedia, mulai dari buldoser, ekskavator hingga kendaraan operasional. Namun, hingga saat ini fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan.
Ketua Tim Reses, Hamzah Idrus, mengungkapkan bahwa persoalan TPA lonuo sebenarnya telah dibahas sekitar satu tahun lalu di Kantor Bupati Bone Bolango. Namun, saat kembali melakukan peninjauan, kondisi TPA masih belum mengalami perubahan signifikan.
“Artinya, TPA ini belum juga aktif. Padahal fasilitasnya sudah lengkap, ada buldoser, ekskavator, dan kendaraan operasional. Makanya kami dari provinsi turun untuk memastikan apa sebenarnya permasalahan yang dihadapi,” ungkap Hamzah Idrus.
Menurut Hamzah, salah satu kendala utama adalah adanya penolakan masyarakat sekitar yang mengkhawatirkan dampak lingkungan akibat aktivitas TPA.
Karena itu, diperlukan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat mengenai sistem pengelolaan sampah di TPA lonuo. Ia menjelaskan bahwa sampah yang masuk nantinya diharapkan sudah melalui proses pemilahan dan pengolahan, bukan lagi sampah campuran dalam jumlah besar.
Selain itu, dalam diskusi bersama pemerintah daerah terungkap adanya sumber air di bagian tengah area TPA yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan istilah butu. Keberadaan sumber air tersebut turut menjadi perhatian dan kekhawatiran masyarakat sekitar sehingga membutuhkan solusi konkret.
Hamzah menilai persoalan ini harus segera ditangani, terlebih kondisi TPA Lonuo yang disebut sudah penuh dan tidak lagi mampu menampung sampah secara optimal. Dengan demikian, TPA Lonuo diharapkan dapat menjadi solusi strategis dalam mengatasi persoalan persampahan di Kabupaten Bone Bolango.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan TPA Lonuo bukan hanya berkaitan dengan penanganan limbah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone Bolango apabila dikelola secara optimal.
“Ini bukan hanya masalah limbah, tetapi juga menjadi sumber PAD untuk Bone Bolango. Karena itu, kita harus mencari solusi agar TPA Lonuo ini bisa segera berfungsi dengan baik,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, turut dilakukan diskusi bersama sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bone Bolango.
Hamzah berharap Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dapat mengambil langkah maksimal untuk menyelesaikan berbagai kendala yang ada, mengingat pengelolaan dan operasional TPA Lonuo merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.
Melalui koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, diharapkan ditemukan solusi konkret, baik dari sisi teknis pengelolaan sampah maupun pendekatan kepada masyarakat, sehingga TPA Lonuo dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bone Bolango. (mcgorontaloprov/ppid)