SLEMAN, InfoPublik - Jamaah Majelis Ta'lim Muslimah Nurul Muttaqin menggelar kajian keagamaan bertema “Muslimat yang Tidak Mudah Menghakimi” di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Selasa (3/11/2026).
Agenda di Masjid Nurul Muttaqin ini digagas untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijaksana dalam menyikapi perilaku maupun kekurangan orang lain.
Penceramah, Ustazah Sri Sumiyarsi, mengingatkan jamaah, tindakan menasihati semestinya dilandasi kepedulian tulus untuk mengajak seseorang menjadi lebih baik.
Ia menegaskan, agama melarang keras perbuatan berprasangka buruk (su'uzan), mencari-cari kesalahan (tajassus), serta menggunjing (ghibah) yang berpotensi mempermalukan orang lain di ruang publik.
Sikap mudah menghakimi dinilai hanya akan menjerumuskan seseorang pada kesombongan akibat hilangnya pengendalian diri dan kehati-hatian dalam berbicara.
"Yang berhak menghakimi hanyalah Allah, manusia sejatinya memiliki kedudukan yang sama sebagai hamba, karena itu, kita tidak sepatutnya merasa lebih baik atau lebih benar daripada orang lain," ungkap Sri.
Para peserta diajak untuk memahami perbedaan mendasar antara menyampaikan teguran yang membangun dan melontarkan celaan yang destruktif.
"Menasihati itu dilandasi kasih sayang dan keinginan agar orang lain menjadi lebih baik, sementara menghakimi sering kali dilandasi prasangka, ego, atau perasaan bahwa diri sendiri lebih suci," paparnya.
Etika penyampaian teguran secara privat sangat ditekankan guna menjaga kehormatan dan harga diri pihak yang dinasihati.
Melalui ruang pembelajaran keagamaan ini, warga diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai akhlak mulia guna menjaga kerukunan interaksi sosial sehari-hari. (MC Kab. Sleman/KIM DSN Ngaglik/Egi Prayoga)