Kota Gorontalo, InfoPublik - Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, mendorong pelestarian budaya daerah melalui pengembangan keterampilan generasi muda.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyulaman Karawo yang dilaksanakan di Aula Pemberdayaan LPPM Universitas UMGO pada Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat warisan budaya khas Gorontalo sekaligus mengembangkan keterampilan menyulam Karawo.
Bimtek tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas siswa, mahasiswa, guru, dosen, dan masyarakat umum. Materi yang diberikan meliputi pengenalan sejarah dan nilai budaya Karawo, demonstrasi teknik dasar penyulaman, praktik keterampilan bersama pengrajin, pengembangan desain dan inovasi produk, hingga peluang pemasaran Karawo ke pasar yang lebih luas.
Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperluas pelestarian Karawo, khususnya di lingkungan organisasi kepemudaan, sehingga semakin dikenal dan memasyarakat di kalangan generasi muda.
“Kami berharap Bimtek Penyulaman Karawo ini menjadi langkah awal pelestarian budaya Karawo di lingkungan organisasi kepemudaan, sehingga Karawo semakin dikenal dan memasyarakat, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Sultan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan budaya daerah, tetapi juga mendorong kreativitas peserta untuk menghasilkan produk-produk Karawo yang baru dan inovatif.
Ia menambahkan, Disparekrafpora akan berupaya membantu membuka peluang pemasaran bagi produk yang dihasilkan peserta. Dengan demikian, Karawo tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah dan peluang usaha.
“Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini, teman-teman peserta mampu menciptakan produk-produk Karawo yang baru. Kami akan berupaya membantu membuka peluang pemasarannya. Namun, saya juga berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus dipraktikkan dan dikembangkan di rumah maupun di lingkungan masyarakat,” tutupnya. (,cgorontaloprov/anna)