Kota Gorontalo, InfoPublik — Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Gorontalo membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan Puskesmas Kabila, termasuk menggagas kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik yang berorientasi pada pemenuhan hak asasi manusia.
Rencana tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Kerja KemenHAM Gorontalo, Sarton Dali, dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Aparatur di Puskesmas Kabila yang berlangsung di Aula Puskesmas Kabila, Kamis (29/10/2026).
Mengangkat tema “Melayani dengan Hati, Mengabdi dengan HAM”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan pemahaman bagi aparatur kesehatan mengenai pentingnya pelayanan yang humanis, inklusif, dan menghormati hak setiap warga negara.
Sarton mengatakan, puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan publik. Karena itu, pemahaman HAM perlu diperkuat agar tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas dengan mengedepankan nilai kemanusiaan dan keadilan.
Ia menyampaikan bahwa kerja sama antara KemenHAM dan Puskesmas Kabila diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi program konkret yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Insyaallah setelah ini kita akan melakukan kegiatan yang lain, misalnya kerja sama dengan Puskesmas Kabila terkait kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis. Ini akan kita gagas dengan menggandeng teman-teman di Puskesmas Kabila, yang mungkin kita fokuskan kepada masyarakat,” ujar Sarton.
Kepala Puskesmas Kabila, Felmi S. Kude, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi dukungan KemenHAM dalam memberikan penguatan pemahaman HAM kepada tenaga kesehatan.
Menurut Felmi, kegiatan ini membantu petugas memahami bagaimana menghadapi berbagai persoalan pelayanan di lapangan, khususnya ketika harus menyeimbangkan kewajiban memberikan pelayanan dengan perlindungan hak pasien.
Ia berharap Puskesmas Kabila dapat terus menjadi mitra dalam kegiatan penguatan HAM, sekaligus mendorong perluasan edukasi serupa ke instansi lain, seperti sekolah dan kantor kecamatan.
Sinergi lintas instansi tersebut dinilai penting untuk memperluas pemahaman HAM di lingkungan pelayanan publik dan membangun budaya kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui kolaborasi berkelanjutan, KemenHAM dan Puskesmas Kabila diharapkan dapat memperkuat upaya pemenuhan hak masyarakat, khususnya hak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan bermartabat.
Rencana pemeriksaan kesehatan gratis tersebut menjadi salah satu gagasan tindak lanjut yang disampaikan dalam kegiatan ini dan masih akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait. (mcgorontaloprov/rls/akp)