Batang, InfoPublik - Pembangunan jalan penghubung Desa Sembung ke KITB mulai menampakkan perkembangan siginifikan pada program TMMD Reguler Kodim 0736 Batang. Hal tersebut berkat sinergi positif antara Satgas TMMD bersama warga setempat hingga capaian progres sepanjang 530 meter dari target 987 meter.
Dandim 0736/Batang Letkol Inf Didik Sudarmawan memastikan pengerjaan akan dilakukan lebih maksimal dengan mengerahkan anggota Satgas yang siap kejar target agar hasil tepat waktu. Seluruh warga setempat bekerja sama dengan Satgas hingga pengerjaan berjalan lancar, tanpa ada halangan.
“Kendala tidak ada, selama ini semua bekerja sesuai target yang dirancang, apalagi warga bahu-membahu mendukung program pembangunan jalan tembus ke KITB. Hanya saja, karena diperkirakan akhir Oktober sudah mulai turun hujan, maka kami akan melakukan kerja lembur sampai malam, agar selesai sebelum memasuki musim hujan,” katanya, saat memantau di jalan Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (25/10/2026).
Dandim mengapresiasi kerja sama yang ditunjukkan antara warga bersama Satgas TMMD, melihat capaian kinerja pembangunan jalan penghubung yang telah mencapai 37 persen.
“Kami upayakan awal November jalan penghubung Desa Sembung sudah selesai dan bisa dilintasi warga yang akan menuju KITB,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sembung Muhammad Untung yang selalu memantau proses pembangunannya, membenarkan progres menunjukkan peningkatan yang baik. Jalan penghubung Desa Sembung ke KITB terus dikerjakan sesuai target oleh anggota TNI setiap harinya.
“Secara ekonomi jelas, dari awal pembukaan TMMD, hingga sekarang proses pengerjaan jalan, UMKM kami terdampak langsung. Pedagang jelas laku keras jualannya, apalagi saat jalan penghubung sudah jadi, akan lebih meningkatkan nilai ekonomi warga, karena produknya akan terdistribusi sampai luar daerah,” tuturnya.
Manfaat terbesar ketika jalan tersebut sudah jadi, tentu yang akan merasakan mereka yang menjadi pekerja ke KITB karena dapat mengefektifkan waktu tempuh.
“Lewat jalan alternatif yang dibangun TNI ini, yang sebelumnya dari jalan lingkar Plelen itu waktunya satu jam, nantinya cuma 10 menit, dari Sembung ke KITB,” terangnya.
Yang tidak kalah pentingnya, jalan alternatif itu nantinya juga akan bermanfaat besar bagi para petani yang lebih mudah dalam mengangkut hasil panen.
“Ada kayu, buah-buahan, dan hasil pertanian lainnya untuk didistribusikan ke konsumen,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)