Padang, Infopublik – Kota Padang bersiap memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga biliar di Sumatra Barat. Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Padang menargetkan penyelenggaraan 28 pertandingan sepanjang 2027, termasuk empat turnamen terbuka berskala nasional dan rencana menghadirkan satu ajang internasional.
Program tersebut menjadi salah satu agenda utama kepengurusan POBSI Kota Padang periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Raden Yudo Wicaksono Prakoso, yang resmi dilantik di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Sabtu (24/10/2026).
Langkah itu diarahkan untuk memperluas kesempatan bertanding bagi atlet, meningkatkan kualitas kompetisi, serta memperkuat pembinaan atlet biliar agar mampu bersaing di tingkat regional dan nasional.
Ketua POBSI Kota Padang Raden Yudo Wicaksono Prakoso mengatakan, Kota Padang memiliki potensi atlet biliar yang menjanjikan, mulai dari bibit-bibit muda hingga atlet yang telah menorehkan prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan nasional.
“Pada tahun 2027, POBSI Kota Padang akan menggelar POBSI Series sebanyak 28 pertandingan dalam setahun, di mana empat di antaranya berskala open nasional dan insyaallah satu event internasional jika diizinkan,” ujar Yudo seusai pelantikan.
Menurutnya, rangkaian kompetisi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi atlet untuk mengasah kemampuan, mengukur hasil latihan, dan mendapatkan pengalaman bertanding secara konsisten.
Selain memperbanyak kompetisi, kepengurusan baru POBSI Kota Padang menargetkan peningkatan profesionalisme organisasi, termasuk dalam tata kelola dan sistem keanggotaan. Penguatan aspek organisasi dinilai penting untuk mendukung pembinaan atlet yang terarah dan berkelanjutan.
Yudo menegaskan, potensi atlet yang tersedia perlu diimbangi dengan sistem pembinaan yang mampu mendorong perkembangan kemampuan dan prestasi mereka. “Potensi atlet biliar di Kota Padang sangat bagus dan melimpah. Kita punya banyak bibit muda hingga atlet nasional yang sudah pernah meraih prestasi di ajang PON maupun tingkat nasional,” katanya.
Dengan kompetisi yang lebih terstruktur dan pengelolaan organisasi yang semakin profesional, POBSI Padang berharap dapat memperluas kesempatan atlet untuk berkembang sekaligus memperkuat regenerasi atlet biliar di daerah.
Agenda pembinaan tersebut juga diarahkan untuk menghadapi sejumlah kompetisi penting, antara lain babak kualifikasi PON, PON NTB 2028, dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Barat.
Persiapan sejak dini diperlukan agar atlet memiliki waktu yang memadai untuk meningkatkan kemampuan teknis, konsistensi permainan, serta kesiapan mental menghadapi persaingan.
Pelantikan pengurus POBSI Kota Padang turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Eka Putra Buhari, jajaran pengurus POBSI, serta perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pemerintah Kota Padang.
Dukungan pemerintah daerah dan KONI menjadi bagian penting dalam membangun sinergi pembinaan, penyelenggaraan kompetisi, dan persiapan atlet menghadapi kejuaraan mendatang.
Melalui agenda kompetisi sepanjang 2027 dan persiapan menuju PON 2028, POBSI Kota Padang diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah pertandingan, tetapi juga melahirkan atlet berprestasi serta memperkuat ekosistem olahraga biliar yang profesional dan berkelanjutan.
(Tfk)
~ 📤 by Ju