Kubu Raya, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya menyiapkan strategi penguatan ketahanan pangan pascakemarau panjang melalui program prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus meningkatkan minat masyarakat mengembangkan usaha pertanian yang memberikan keuntungan ekonomi.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan ketahanan pangan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah, terutama setelah hujan kembali turun dan aktivitas pertanian berpeluang ditingkatkan.
Ia telah menginstruksikan perangkat daerah yang menangani sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan untuk menyusun langkah penanganan berdasarkan kebutuhan serta kondisi masing-masing wilayah.
“Ketahanan pangan menjadi fokus dan atensi. Pascakemarau panjang, saya sudah menginstruksikan dinas terkait, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, sampai perikanan, untuk membuat skema dari yang sangat prioritas, jangka pendek, hingga jangka menengah,” ujar Sujiwo saat ditemui di Kantor Bupati Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (22/10/2026).
Menurut Sujiwo, salah satu tantangan dalam mempertahankan produksi pangan adalah beralihnya minat sebagian masyarakat dari sektor pertanian ke perkebunan kelapa sawit.
Peralihan tersebut dipengaruhi pertimbangan ekonomi karena hasil usaha pertanian dinilai belum selalu memberikan keuntungan yang sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan kegiatan pertanian tetap memiliki nilai ekonomi yang menarik agar masyarakat tidak meninggalkan usaha tanaman pangan.
Sujiwo menjelaskan, dukungan pemerintah dapat diberikan melalui edukasi dan penyuluhan, penyediaan benih, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, serta subsidi berdasarkan kebutuhan petani.
“Petani sebenarnya mau menanam berbagai komoditas. Persoalannya, ketika modal yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil panen, mereka tentu akan berpikir ulang. Karena itu, negara harus hadir untuk meringankan beban petani agar ketahanan pangan tetap terjaga,” jelasnya.
Sujiwo menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak dapat dilakukan dengan menyeragamkan jenis tanaman yang dibudidayakan seluruh petani.
Menurutnya, pemilihan komoditas harus mempertimbangkan karakteristik tanah, kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, dan potensi keuntungan yang dapat diperoleh petani.
Pendekatan tersebut diperlukan agar pengembangan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Saat ini, sejumlah komoditas yang dikembangkan di Kabupaten Kubu Raya meliputi padi, jagung, tanaman palawija, dan hortikultura.
Pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan komoditas tersebut dengan memperhatikan kesesuaian lahan serta peluang pemasaran hasil pertanian.
Selain tanaman pangan, koordinasi lintas sektor juga melibatkan bidang perkebunan, peternakan, dan perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan daerah.
Sujiwo berharap strategi yang disusun perangkat daerah dapat memberikan solusi terhadap tantangan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong masyarakat kembali menekuni usaha pertanian.
“Dengan dukungan pemerintah dan hasil produksi yang lebih menjanjikan, sektor pertanian diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menopang perekonomian masyarakat Kubu Raya,” harapnya.
(DiskominfoKKR/IKP/Editor;ird)