SLEMAN, InfoPublik – Administrasi kependudukan yang presisi merupakan pilar utama penyelenggaraan pelayanan publik yang tepat sasaran.
Semangat ini terus dihidupkan oleh Pemerintah Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, melalui Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).
Komitmen nyata tersebut menjadi sorotan utama saat tim penilai dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman terjun langsung melakukan evaluasi lapangan GISA Award 2026 di wilayah setempat, Rabu (14/10/2026).
Penilaian ini tidak sekadar mengukur persentase kepemilikan dokumen di atas kertas, tetapi juga membedah secara mendalam sejauh mana budaya tertib pendataan telah mengakar kuat di tengah rutinitas masyarakat hingga ke level padukuhan.
Menyambut antusiasme evaluasi tersebut, Lurah Sumberrejo, Andjar Purwanto, menegaskan, lonjakan kesadaran warga dalam mengurus dokumen tidak terlepas dari sinergi apik yang terjalin dengan Disdukcapil.
Melalui ragam inovasi layanan yang dikembangkan secara kolaboratif bersama jajaran perangkat desa, birokrasi pengurusan dokumen kini dirasa semakin mudah dan efisien.
Menajamkan strategi tersebut, Kepala Urusan Tata Laksana Kalurahan Sumberrejo, Muh Mahmudi Turiyono, memaparkan, pihaknya agresif menggempur empat pilar GISA, yakni kesadaran memiliki dokumen, pemutakhiran data, pemanfaatan dokumen, serta kesadaran pelayanan.
Mahmudi mengakui, mendobrak pola pikir pragmatis warga yang kerap membiarkan datanya usang dan baru mengurus dokumen saat terdesak kebutuhan merupakan tantangan terbesar di lapangan.
Guna membongkar kebiasaan pasif tersebut, pemerintah kalurahan mengoptimalkan edukasi digital melalui Instagram dan grup jejaring komunikasi warga, beriringan dengan pemanfaatan akses Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpadu.
Kerja keras ini berbuah manis pada data agregat akhir September 2026. Dari total populasi 4.718 jiwa, capaian kepemilikan akta kelahiran anak berhasil menembus angka sempurna 100 persen.
Prestasi gemilang juga tercatat pada perekaman KTP elektronik yang menyentuh 99,58 persen, Kartu Identitas Anak di angka 97,84 persen, dan capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang bertengger di angka 45,92 persen, sekaligus menempatkan Sumberrejo di peringkat kedua se-Kabupaten Sleman.
Rentetan tata kelola arsip yang rapi ini pun turut mengerek Indeks Kepuasan Masyarakat hingga melesat ke angka 88,35 persen.
Merespons capaian impresif tersebut, Kepala Disdukcapil Kabupaten Sleman, Arifin, mewanti-wanti agar kualitas pemutakhiran data harus terus dikawal ketat.
Ia mendesak warga untuk proaktif melaporkan setiap perubahan status pendidikan, pekerjaan, perkawinan, hingga perpindahan domisili demi menjaga keakuratan basis data kependudukan.
Arifin menggarisbawahi, Nomor Induk Kependudukan bukanlah sekadar deretan angka administrasi, melainkan fondasi mutlak bagi negara untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang adil dan mengintegrasikan ekosistem pelayanan publik di masa depan. (MC Kab. Sleman / KIM Tempel / SBD)