SLEMAN, InfoPublik – Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, sukses mengamankan posisi tiga besar nominator Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) Award 2026 kategori Kapanewon A, bersanding dengan Kapanewon Godean dan Ngaglik.
Merespons pencapaian strategis tersebut, Tim Pelaksana Evaluasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman langsung turun melakukan verifikasi lapangan ke Kantor Kapanewon Depok, Senin (12/10/2026).
Kunjungan uji petik yang dipimpin langsung oleh Kepala Disdukcapil Kabupaten Sleman, Arifin, ini disambut hangat oleh Panewu Anom Depok, R. Hery Subagio, bersama Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung.
Dalam arahannya, Arifin menegaskan, administrasi kependudukan bukanlah urusan administratif sebatas mencetak KTP atau Kartu Keluarga.
Data yang mutakhir adalah tulang punggung krusial bagi negara dalam mengeksekusi kebijakan pelayanan publik, mulai dari pendidikan hingga perlindungan sosial.
Oleh karena itu, ia mendesak agar warga tidak lagi menunda pemutakhiran data hingga terdesak kebutuhan. Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pamong kalurahan juga dituntut untuk menjadi teladan terdepan dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta memelopori ketertiban pelaporan perubahan elemen data keluarga.
Menjawab tingginya mobilitas 128.361 jiwa penduduk yang tersebar di Kalurahan Condongcatur, Caturtunggal, dan Maguwoharjo, Kapanewon Depok melahirkan lima inovasi terobosan unggulan.
Benyamin Dalung memaparkan kelima program tersebut secara rinci, meliputi Kelola dan Antar Dokumen untuk Difabel dan Lanjut Usia (KADO UNTUK DILAN), Pelayanan Adminduk Langsung Jadi Dapat Ditunggu (PEDULI DADI), dan Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kapanewon Depok (SIPAKDE).
Tak berhenti di situ, upaya proaktif juga dikerahkan melalui program Jemput Bola Pemutakhiran Data Kartu Keluarga dan KTP Elektronik (JEBOL TARGET), serta pembentukan Jaringan Kader Adminduk Depok agar Tertib dan Tertata (JAKADARA).
Benyamin menekankan, kelima inovasi ini dirancang agar pemerintah tidak sekadar menunggu warga di balik meja, tetapi proaktif menembus lapisan masyarakat rentan.
Selama peninjauan, tim evaluasi Disdukcapil menginspeksi ketat pengelolaan arsip, fasilitas publik, hingga mencocokkan dokumen pembuktian dengan realitas pelaksanaan program di lapangan.
Rangkaian uji petik ini juga dilanjutkan ke wilayah Kalurahan Pandowoharjo dan Padukuhan Kedulan pada hari yang sama.
Melalui semboyan "Ikhlas Ngelayani lan Ngerampungi", Kapanewon Depok bertekad menjadikan momentum GISA Award ini sebagai tonggak transformasi pelayanan yang semakin cepat, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh warganya. (MC Kab. Sleman / KIM Depok / Wasana)