SLEMAN, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mempertegas komitmennya dalam menjaga marwah kebudayaan lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui prosesi pengukuhan pengurus Pelestari Adat Tradisi Jawa Sleman (PATRIS) periode 2025–2030 di Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (14/10/2026).
Mewakili Bupati Sleman, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan), Edy Winarya, memimpin langsung jalannya pengukuhan yang berlangsung khidmat dengan balutan busana adat Jawa yang kental akan nilai filosofis penghormatan identitas leluhur.
Edy menegaskan, tugas merawat adat dan tradisi tidak bisa hanya dipikul oleh pundak pemerintah semata.
Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan organisasi kebudayaan, dunia pendidikan, dan masyarakat luas menjadi pilar penyangga utama.
Edy menaruh harapan besar agar organisasi yang dinakhodai oleh Untung Waluya sebagai ketua dan Hari Santosa sebagai sekretaris ini sanggup menjelma menjadi lokomotif pelestarian budaya.
Secara kelembagaan, kiprah PATRIS Jawa Sleman sendiri kini telah diperkuat oleh legitimasi hukum melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum yang terbit pada awal tahun 2026.
Memasuki masa bakti yang baru, jajaran pengurus PATRIS dituntut untuk bekerja lebih inovatif.
Mereka didorong untuk melakukan digitalisasi dokumentasi budaya dan memanfaatkan media sosial agar edukasi nilai-nilai gotong royong serta tata krama Jawa dapat menyentuh gaya hidup generasi muda.
Kehadiran perwakilan warga dari Kalurahan Sumberrejo dan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, dalam acara tersebut turut menjadi simbol kesiapan akar rumput untuk bahu-membahu merawat kelestarian tradisi.
Kerja sama yang kokoh ini diyakini mampu memastikan identitas budaya Jawa tetap hidup, relevan, dan tak lekang oleh pergeseran zaman. (MC Kab. Sleman / KIM Tempel / SBD)