Kota Gorontalo, InfoPublik - Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, mengatakan bahwa festival literasi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial maupun ajang perlombaan.
"Festival literasi merupakan ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan, mengembangkan kreativitas, memperkenalkan budaya, serta membangun inovasi dan kolaborasi," kata Ridwan Hemeto, pada Festival Literasi Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 yang berlangsung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa perkembangan zaman turut membawa perubahan terhadap peran dan fungsi perpustakaan. Perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, sumber informasi, ruang inovasi, serta sarana pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, perpustakaan diharapkan mampu menghadirkan layanan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dalam mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas kehidupan.
Lebih lanjut, Ridwan menyoroti pentingnya penguatan literasi di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Menurutnya, literasi saat ini tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menggunakan teknologi secara bijak, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting seiring berkembangnya teknologi informasi, ekonomi digital, dan berbagai tantangan global yang menuntut masyarakat untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.
Ia menilai bahwa literasi merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Masyarakat yang memiliki kemampuan literasi yang baik diharapkan lebih siap menghadapi perubahan, memanfaatkan peluang, serta beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Penguatan budaya literasi tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas.
Dalam konteks tersebut, pengembangan perpustakaan dan peningkatan budaya membaca menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Ridwan juga menekankan bahwa pembangunan budaya literasi tidak dapat dilakukan secara sektoral atau hanya menjadi tanggung jawab lembaga perpustakaan.
Menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan, pustakawan, pegiat literasi, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, berbagai program dan kegiatan literasi diharapkan dapat berjalan lebih terarah, menjangkau masyarakat secara lebih luas, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan budaya membaca.
Pada kesempatan itu, Ridwan turut berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan Festival Literasi Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 sebagai sarana untuk belajar, berbagi pengalaman, mempererat persahabatan, serta menumbuhkan semangat untuk terus membaca dan berkarya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman selama festival berlangsung, tetapi juga mampu menumbuhkan kebiasaan positif yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan berharap kegiatan serupa terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sehingga upaya peningkatan literasi masyarakat dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Gorontalo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala dinas, Bunda Literasi, guru, pustakawan, pegiat literasi, serta masyarakat. Hadir pula Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Gorontalo, Feri Hulukati. (mcgorontaloprov/ppid)