Bupati Belu Pastikan Hadir di Festival Fronteira 2026, Perkuat Rekonsiliasi Indonesia-Timor Leste
Bupati belu, bersama Panitia Festival Fronteira Timor Leste di ruang bupati Belu. (foto: MC Belu)
Bupati belu, bersama Panitia Festival Fronteira Timor Leste di ruang bupati Belu. (foto: MC Belu)
Atambua, InfoPublik- Bupati Belu, Willybrodus Lay, memastikan hadir dalam Festival Fronteira 2026 di Pantas Kom, Lautem, Timor Leste, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), terhadap penguatan hubungan masyarakat Indonesia dan Timor Leste melalui seni dan budaya.
Kepastian tersebut disampaikan Willybrodus saat menerima audiensi Panitia Penyelenggara Festival Fronteira 2026 di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026). Festival yang mengusung tema "Pertukaran Budaya untuk Penguatan Rekonsiliasi" dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan dampak positif bagi daerah. Jika tidak ada aral melintang, saya akan hadir langsung di lokasi acara," ujar Willybrodus.
Festival Fronteira 2026 diinisiasi oleh Tim Pengarah lintas kementerian Timor Leste bersama Centro Nacional Chega! I.P. (CNC). Kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang perjumpaan masyarakat kedua negara, khususnya Indonesia dan Timor Leste, untuk memperkuat dialog lintas generasi dan hubungan sosial budaya di wilayah perbatasan.
Sejumlah agenda disiapkan dalam festival tersebut, mulai dari upacara adat dan ritual Fataluku, pawai budaya yang menampilkan kolaborasi budaya Timor Leste dan NTT, hingga pameran kain tradisional Tais dan produk UMKM dari kedua negara.
Festival juga akan diisi pertunjukan seni serta seminar dan dialog mengenai rekonsiliasi. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan masyarakat kedua negara melalui pendekatan budaya dan ruang dialog.
Direktur Eksekutif Centro Nacional Chega!, I.P. Hugo Maria Fernandes, mengatakan, kehadiran pemimpin daerah dari NTT menjadi bagian penting dalam menyukseskan festival tersebut.
"Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak Bupati beserta jajarannya di Pantas Kom, Lautem, pada tanggal 22 Oktober 2026. Partisipasi dari wilayah NTT akan menjadi kehormatan besar sekaligus simbol nyata persahabatan kedua negara, khususnya hubungan emosional yang erat antara Timor Leste dan NTT," ujar Hugo.
Sebagai tindak lanjut persiapan, panitia akan mengirimkan Tim Advance ke Kupang pada 5-8 Oktober 2026. Tim tersebut bertugas melakukan koordinasi teknis terkait persiapan kepesertaan dan pelaksanaan acara. Koordinasi delegasi juga difasilitasi oleh Konsulat Jenderal RDTL di Kupang.
Festival Fronteira 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pertukaran seni dan budaya, tetapi juga memperkuat rekonsiliasi serta hubungan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste. (MC Belu)
© Copyright 2026, All Rights Reserved