SLEMAN, InfoPublik – Di tengah pusaran arus modernisasi yang perlahan menggerus kohesi sosial, denyut kebersamaan rupanya masih berdetak sangat kencang di Padukuhan Tamanan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.
Masyarakat setempat secara konsisten terus merawat tradisi sambatan sebagai benteng ketahanan budaya yang mengakar pada nilai gotong royong luhur di tingkat akar rumput.
Dukuh Tamanan, Hasto, menguraikan, kearifan lokal sambatan berakar dari kosakata bahasa Jawa sambat yang bermakna meminta bantuan.
Praktik ini secara nyata mewujud dalam solidaritas komunal untuk meringankan beban finansial maupun tenaga ketika salah seorang tetangga sedang membangun atau merehabilitasi rumah.
“Saat ada keluarga yang hendak memperbaiki atau membangun rumah, mereka meminta bantuan tetangga. Di situlah warga berdatangan bergotong royong tanpa memandang status sosial. Bahkan warga yang tidak diundang pun akan dengan senang hati ikut bergabung membantu,” ungkap Hasto saat ditemui di kediamannya, Minggu (4/10/2026).
Ia memaparkan, pemandangan guyub ini biasanya tampak jelas pada prosesi pembongkaran atap, penggalian fondasi, hingga perakitan tiang bangunan.
Lebih lanjut, Hasto secara spesifik memberikan batasan yang membedakan sambatan dengan kerja bakti pada umumnya.
Jika kerja bakti difokuskan pada pemeliharaan fasilitas umum, sambatan merupakan gotong royong yang didedikasikan murni untuk menopang hajat personal sebuah keluarga.
Selain ampuh mempererat tali persaudaraan, tradisi ini membawa dampak ekonomi yang signifikan.
Tuan rumah dapat menekan ongkos tukang secara drastis, sementara para tetangga yang hadir tak jarang inisiatif menyumbang bahan sembako untuk diolah bersama di dapur umum.
Keterlibatan aktif kelompok perempuan dan pemuda desa dalam tradisi ini sekaligus menjadi sarana estafet edukasi nilai sosial antargenerasi.
"Dengan melestarikan sambatan, kita memperteguh semangat kebersamaan dan memantapkan ketahanan budaya di tengah masyarakat,” pungkas Hasto penuh optimisme. (MC Kab. Sleman / KIM Kalasan Bersahabat / Tri Joko S)