Kota Gorontalo, InfoPublik - Pelestarian nilai-nilai budaya daerah melalui edukasi kearifan lokal sejak usia dini menjadi langkah penting dalam penguatan karakter anak sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap program pemberdayaan perempuan dan keluarga.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, Sabtu (3/10/2026).
“Kami selalu mendukung dan memberikan ruang bagi DWP Unit Dinas PPPA-PMD untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang positif dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat, termasuk mengenalkan Tiliaya kepada anak-anak pada hari Rabu lalu. Kehadiran DWP bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga dan perlindungan anak,” ujar Yana.
Tiliaya merupakan salah satu makanan tradisional Gorontalo yang dibuat dari bahan utama telur, gula aren dan santan.
Pengenalan Tiliaya dilakukan dengan pendekatan sederhana, menyenangkan dan ramah anak. Kegiatan itu diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap makanan tradisional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Gorontalo sejak usia dini.
Sejumlah 300 porsi Tiliaya diberikan kepada 300 anak PAUD/Taman Bermain sebagai bagian dari rangkaian edukasi kearifan lokal. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, satuan pendidikan dan berbagai pihak terkait dalam mengenalkan budaya daerah kepada generasi penerus.
Upaya edukasi kearifan lokal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengenalan makanan tradisional Tiliaya kepada siswa PAUD/Taman Bermain TK Damhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan itu diselenggarakan atas kolaborasi DWP Unit Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNG.(mcgoorntaloprov/fahmi)