700 Pramuka Penggalang Sumenep Ikuti LT II, Asah Karakter dan Kepemimpinan
Sumenep, InfoPublik – Sebanyak 700 Pramuka Penggalang dari 70 Gugus Depan (Gudep) SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Kota Sumenep mengikuti Lomba Tingkat (LT) II Kwartir Ranting (Kwarran) Kota Sumenep. Selain menguji keterampilan kepramukaan, kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter, kemandirian, kerja sama, dan kepemimpinan bagi generasi muda.
LT II berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober 2026, di Bumi Perkemahan Lapangan Sepak Bola Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep. Kegiatan dibuka Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi, Jumat (2/10/2026).
Peserta tidak hanya berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan masing-masing regu, tetapi juga menjalani proses seleksi untuk mendapatkan regu berprestasi yang akan mewakili Kwarran Kota Sumenep pada Lomba Tingkat (LT) III di tingkat Kwarcab Sumenep.
Ketua Kwarcab Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi mengatakan LT II harus dimanfaatkan sebagai sarana mengukur keberhasilan pembinaan Pramuka, termasuk kreativitas pembina dalam memberikan pengalaman belajar kepada peserta.
“Melalui LT II ini kita melihat sejauh mana kakak pembina melakukan kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan komunikasi, sehingga adik-adik mampu menyerap ilmu dan keterampilan yang diberikan serta bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Wahyu, pendidikan kepramukaan tidak berhenti pada kemampuan pionering, baris-berbaris, maupun keterampilan teknis lainnya. Lebih jauh, Pramuka berperan dalam membentuk karakter yang menjadi bekal peserta menghadapi masa depan.
Ia mengingatkan peserta bahwa mereka merupakan calon pemimpin yang dapat mengisi berbagai bidang kehidupan pada masa mendatang. “Tidak ada yang tahu 10–20 tahun ke depan adik-adik akan menjadi Ketua Kwarcab, menjadi Bupati, anggota DPRD, atau pengusaha sukses. Itu tidak mungkin diraih tanpa karakter yang baik sebagai anggota Pramuka,” katanya.
Wahyu juga menyoroti peluang prestasi kepramukaan untuk mendukung pendidikan lanjutan. Menurutnya, sejumlah perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi di Jawa Timur telah memberikan peluang beasiswa bagi anggota Pramuka berprestasi.
Ia menyebut sejumlah perguruan tinggi di Sumenep, antara lain UPI, Uniba, dan Unija, yang telah memberikan beasiswa kepada anggota Pramuka berprestasi. Ia juga mencontohkan Pemerintah Kota Surabaya yang memberikan 100 beasiswa UKT bagi siswa SMA berprestasi di bidang Pramuka. “Prestasi di Pramuka juga dapat menjadi salah satu jalur untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas,” ujarnya.
Dengan demikian, kompetisi dalam LT II tidak hanya diarahkan untuk mengejar kemenangan, tetapi juga mendorong peserta membangun rekam prestasi sekaligus mengembangkan kemampuan yang bermanfaat untuk pendidikan dan masa depan.
Ketua Kwarran Kota Sumenep Surachman mengatakan LT II menjadi ruang bagi Pramuka Penggalang untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mengasah keberanian, kedisiplinan, kemandirian, dan kemampuan bekerja sama.
“Lomba Tingkat II ini menjadi momentum bagi kami untuk memberikan ruang kepada adik-adik Penggalang dalam mengembangkan keterampilan, keberanian, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama,” katanya.
Menurutnya, proses perlombaan juga mengajarkan peserta untuk menghargai rekan, menjunjung sportivitas, dan menghadapi berbagai tantangan secara bersama-sama. Hasil LT II selanjutnya menjadi bagian dari proses seleksi regu berprestasi yang akan membawa nama Kwarran Kota Sumenep pada LT III tingkat Kwarcab Sumenep.
Surachman berharap kegiatan tersebut menghasilkan regu terbaik yang tidak hanya unggul dalam keterampilan kepramukaan, tetapi juga memiliki karakter, mental, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
Di tengah kegiatan perkemahan, peserta juga diingatkan menjaga kesehatan dan keselamatan. Wahyu meminta peserta mengatur waktu antara mengikuti rangkaian kegiatan, beristirahat, dan beribadah.
Pesan tersebut disampaikan menyusul adanya peningkatan kasus Influenza Tipe A di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Sumenep yang disebut mencapai 1.190 kasus. “Berkompetisi dengan sportif. Jaga kesehatan dan keselamatan. Atur waktu kegiatan, istirahat, dan ibadah sehingga kondisi tubuh tetap sehat,” pesannya.
Dengan menggabungkan kompetisi, pembinaan karakter, dan pengalaman hidup bersama selama perkemahan, LT II diharapkan tidak hanya menghasilkan regu terbaik untuk melanjutkan ke tingkat cabang, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kepramukaan sebagai bekal peserta menghadapi jenjang pendidikan dan kehidupan berikutnya.
(Ren/Fer)