Palu, InfoPublik – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menggandeng Sampoerna Foundation untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD), sekaligus mendorong perluasan akses pendidikan anak usia dini.
Kerja sama tersebut dibahas dalam rapat koordinasi daring yang diikuti Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, mewakili Wali Kota Palu, di ruang kerja Asisten II Sekretariat Daerah Kota Palu, Selasa (20/10/2026).
Pertemuan yang menghadirkan Juliana dari Sampoerna University bersama tim tersebut membahas rencana penguatan kapasitas tenaga pendidik serta sinergi dengan Citra Palu Minerals (CPM) dan pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap sektor pendidikan.
Irmayanti menekankan pentingnya pemetaan awal atau profiling tenaga pendidik sebelum program dilaksanakan. Pemetaan diperlukan untuk mengidentifikasi kompetensi, latar belakang pendidikan, pengalaman pelatihan, serta kebutuhan pendampingan setiap guru.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar program penguatan kompetensi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
“Untuk sebelum kita melakukan penguatan, dilakukan dulu profiling untuk memetakan terkait dengan kompetensi guru, kemudian juga latar belakang pendidikannya, dan tentunya ada hal-hal lain lagi yang perlu dipetakan,” ujar Irmayanti.
Program kerja sama yang melibatkan CPM tersebut direncanakan dimulai dari Kecamatan Mantikulore. Cakupan sasaran yang semula direncanakan meliputi tiga SD kini berkembang menjadi 17 satuan pendidikan, terdiri atas 12 PAUD dan lima SD.
Irmayanti mengatakan, pemetaan awal juga akan membantu pemerintah mengidentifikasi guru PAUD yang paling membutuhkan penguatan kompetensi.
Selain kualitas tenaga pendidik, ia menyoroti rendahnya angka partisipasi anak dalam pendidikan PAUD di Kota Palu. Berdasarkan data yang dibahas dalam penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), masih banyak anak, khususnya yang berusia lima tahun, belum mengikuti pendidikan PAUD.
Keterbatasan fasilitas menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani untuk memperluas akses layanan pendidikan anak usia dini. Karena itu, kolaborasi lintas pihak diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas guru, tetapi juga mendukung upaya memperluas kesempatan anak memperoleh pendidikan sejak dini.
Sementara itu, pihak Sampoerna Foundation menyampaikan bahwa program tersebut direncanakan berlangsung pada 2027–2028. Tahap awal berupa profiling tenaga pendidik dijadwalkan pada Januari 2027, dilanjutkan dengan penguatan kapasitas guru PAUD dan SD pada tahun pertama. Program akan berlanjut pada tahun kedua, yakni 2028.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkot Palu berharap penguatan kompetensi tenaga pendidik dapat berjalan sesuai kebutuhan satuan pendidikan dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta perluasan akses pendidikan anak usia dini di Kota Palu.