MPP Banda Aceh Ramah Lansia, Layanan Digital Makin Mudah
Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
Banda Aceh, InfoPublik — Langkah T.Asrul, 70 tahun, tampak perlahan ketika memasuki Mal Pelayanan Publik (MPP) Banda Aceh, Kamis (1/10/2026).
Pagi itu, Kakek Asrul datang bukan untuk membawa pulang selembar dokumen kependudukan. Ia justru ingin memastikan satu hal yang kini semakin akrab dalam pelayanan publik yakni identitas digital.
Di loket Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), ia hendak mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di telepon pintarnya. Identitas tersebut nantinya akan digunakannya untuk keperluan administrasi di bank.
Melihat seorang warga lanjut usia datang, petugas Disdukcapil memberikan layanan prioritas. Zaldi, petugas yang melayaninya, kemudian mendampingi Kakek Asrul tahap demi tahap.
Mulai dari memasang aplikasi IKD, mengisi formulir menggunakan telepon pintar, hingga proses verifikasi dan pengambilan foto wajah. Semua dilakukan perlahan agar setiap tahapan dapat diikuti.
Bagi sebagian orang, mengaktifkan aplikasi di telepon pintar mungkin hanya membutuhkan beberapa sentuhan layar. Namun bagi warga lanjut usia, proses yang sama bisa terasa berbeda. Di situlah pendampingan petugas menjadi penting.
Dengan sabar, Zaldi membantu Kakek Asrul melewati setiap tahapan. Tak membutuhkan waktu lama. Sekitar lima menit kemudian, IKD telah berhasil diaktifkan di telepon pintarnya.
Tak ada antrean panjang yang harus dilalui. Tak ada kebingungan yang harus dihadapi seorang diri. Bagi Kakek Asrul, kedatangannya ke MPP bukan sekadar menyelesaikan kebutuhan administrasi. Ada pengalaman sederhana yang menunjukkan bahwa layanan digital tetap membutuhkan sentuhan manusia.
Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh Heru Triwijanarko mengatakan, layanan prioritas diberikan kepada warga lanjut usia dan masyarakat berkebutuhan khusus sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan yang mudah diakses seluruh warga.
“Layanan prioritas ini kami berikan kepada warga lansia dan juga warga berkebutuhan khusus. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi setiap warga,” ujarnya.
Kisah Kakek Asrul menjadi potret kecil dari perubahan wajah pelayanan publik. Ketika berbagai urusan administrasi bergerak ke ruang digital, tidak semua warga memiliki tingkat kemudahan yang sama dalam mengaksesnya.
Karena itu, transformasi digital bukan hanya tentang aplikasi, telepon pintar, atau kecepatan layanan. Di baliknya tetap ada kebutuhan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal hanya karena belum terbiasa dengan teknologi.
Lima menit di loket Disdukcapil mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Kakek Asrul, waktu singkat itu menghadirkan sesuatu yang lebih berarti: kemudahan ketika teknologi hadir bersama pelayanan yang sabar dan manusiawi. Pada akhirnya, layanan publik yang semakin digital tetap membutuhkan satu hal yang tidak bisa digantikan teknologi kesediaan untuk membantu.
© Copyright 2026, All Rights Reserved