Kota Gorontalo, InfoPublik - Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo Nani Mokodongan menegaskan, keberadaan kader merupakan bagian penting dalam keberhasilan penyelenggaraan Posyandu berbasis enam bidang standar pelayanan minimal (SPM).
“Kader Posyandu merupakan ujung tombak yang sangat penting dalam menggerakkan partisipasi masyarakat dan membantu menghubungkan kebutuhan warga dengan pelayanan yang diselenggarakan oleh pemerintah sesuai kewenangannya,” ujar Nani Mokodongan saat membuka lomba kader Posyandu berprestasi 6 bidang standar pelayanan minimal (SPM) tingkat Provinsi Gorontalo, Kamis (15/10/2026),
Menurutnya, kader tidak hanya dituntut memiliki kepedulian dan semangat pengabdian, tetapi juga perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan berkoordinasi, serta pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungannya.
Enam bidang SPM yang didukung melalui Posyandu meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Nani menyampaikan bahwa lomba tersebut bukan semata-mata untuk mencari kader yang akan menjadi juara. Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdian kader sekaligus menjadi ruang untuk mengukur kapasitas, menggali praktik baik, inovasi, pengalaman, tantangan, serta komitmen kader dalam mendukung pelayanan Posyandu.
“Jangan menjadikan perlombaan ini semata-mata sebagai upaya untuk meraih kemenangan. Jadikanlah kesempatan ini sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat,” pesannya kepada seluruh peserta.
Ia juga mengharapkan kader yang nantinya memperoleh predikat terbaik dapat menjadi inspirasi bagi kader lainnya dan mampu berbagi pengalaman serta praktik baik yang dapat diterapkan di Posyandu lain.
“Kader yang berprestasi hendaknya tidak hanya menjadi kebanggaan desanya, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dan sumber pembelajaran bagi kader-kader lainnya,” tambahnya.
Lomba diikuti oleh lima kader Posyandu yang merupakan perwakilan dari lima Desa Pilot Project Implementasi 6 Bidang SPM di Provinsi Gorontalo. Kelima peserta tersebut yakni Rizal Suleman, Kader Posyandu Mawar Desa Langge, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango; Sumitra K. Jahya, Kader Posyandu Dahlia Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo; Dewinta Polamolo, Kader Posyandu Melati Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato; Nining Antuala, Kader Posyandu Melati Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo; serta Nariman Uno, Kader Posyandu Albi Desa Molingkapoto Selatan, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Kelima desa tersebut merupakan Desa Pilot Project Implementasi 6 Bidang SPM yang menjadi sasaran kegiatan, yakni Desa Langge, Tabumela, Marisa Utara, Hungayonaa, dan Molingkapoto Selatan. Setiap desa mengikutsertakan satu orang kader sebagai peserta lomba.
Pelaksanaan lomba dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penilaian administrasi/portofolio, wawancara melalui Zoom, hingga finalisasi hasil penilaian. Tahap wawancara diarahkan untuk menggali pemahaman peserta, pengalaman nyata, kemampuan menganalisis masalah, kemampuan komunikasi, penguasaan enam bidang SPM, kemampuan memberikan solusi, inovasi, komitmen, serta rencana pengembangan Posyandu.
Dalam proses wawancara, peserta tidak hanya ditanyakan mengenai tugas dan pengalaman sebagai kader, tetapi juga diberikan pertanyaan situasional dan studi kasus terpadu. Peserta diuji kemampuannya dalam mengidentifikasi permasalahan masyarakat, menentukan bidang SPM yang berkaitan, membangun koordinasi lintas sektor, melakukan rujukan, serta memastikan adanya tindak lanjut dan evaluasi.
Sementara itu, tim penilai berasal dari perangkat daerah yang mewakili enam bidang SPM, yaitu bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, ketenteraman/ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.
Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penilai yang telah berkomitmen melaksanakan penilaian secara objektif, profesional, adil, dan bertanggung jawab sesuai petunjuk teknis serta instrumen penilaian yang telah ditetapkan.
Lomba Kader Posyandu 6 Bidang SPM Tahun 2026 diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran, evaluasi, apresiasi dan penguatan kapasitas kader Posyandu di Provinsi Gorontalo.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama TP Posyandu mendorong agar Posyandu semakin mampu menjalankan perannya sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dan pelayanan terpadu yang mendukung pemenuhan pelayanan dasar di desa.
Untuk itu, penguatan Posyandu membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa dan kelurahan, perangkat daerah pengampu enam bidang SPM, TP Posyandu, kader, serta seluruh unsur masyarakat.
“Mari kita terus memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas kader, dan membangun semangat gotong royong agar Posyandu semakin dekat dengan masyarakat dan semakin bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup keluarga,” tutup Nani.
Pelaksanaan lomba sendiri berpedoman pada prinsip objektif, transparan, adil, akuntabel, terukur, edukatif, sportif, tidak diskriminatif, serta berorientasi pada peningkatan kapasitas kader. Dengan demikian, seluruh peserta ditempatkan bukan hanya sebagai peserta perlombaan, tetapi juga sebagai mitra pembelajaran dalam memperkuat Posyandu di Provinsi Gorontalo. (mcgorontaloprov/fahmi)