Surabaya, InfoPublik – Plan Indonesia bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur membekali perempuan muda dengan keterampilan digital dan pengalaman kerja untuk menghadapi kebutuhan pasar kerja.
Pembekalan dilakukan melalui Future Innovators Bootcamp yang berlangsung pada 29 September hingga 10 November 2026. Program tersebut diikuti 28 perempuan muda berusia 18–29 tahun dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pencari kerja, hingga pekerja lepas.
Pelatihan dilaksanakan secara hibrida melalui pembelajaran daring dan tatap muka di Kantor Disnakertrans Jawa Timur. Di Jawa Timur, peserta mendapat materi hard skill yang difokuskan pada social media marketing sesuai kebutuhan pasar kerja.
Programme Director Plan Indonesia Ida Ngurah mengatakan, program tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus kesiapan kerja peserta.
“Peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga mentoring dan kesempatan memperoleh pengalaman kerja melalui paid internship,” ujarnya.
Project Manager Plan Indonesia Raharjo Prionggo mengatakan, pelatihan tahun ini memperbanyak porsi pertemuan tatap muka. Pendekatan tersebut dilakukan agar pendamping dapat berinteraksi lebih dekat dengan peserta dan memastikan keterampilan yang diberikan benar-benar dikuasai.
“Pertemuan secara langsung, kami ingin lebih terhubung dengan peserta dan mengenal mereka lebih dekat. Dari situ kami bisa mengetahui sejauh mana mereka menguasai program yang diberikan, sehingga lebih memudahkan ketika nanti mereka ditempatkan untuk bekerja,” katanya dalam siaran tertulis, Kamis (1/10/2026).
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta berkesempatan mengikuti magang berbayar selama tiga bulan di perusahaan atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan tenaga di bidang social media marketing.
Penempatan magang dapat dilakukan di Surabaya maupun daerah lain di Jawa Timur, termasuk pekerjaan yang dapat dilakukan secara jarak jauh (remote).
Selama magang, peserta tetap mendapatkan pendampingan, antara lain terkait adaptasi di lingkungan kerja, pemahaman target atau Key Performance Indicator (KPI), serta evaluasi hasil pekerjaan.
Raharjo mengatakan, masa magang sekaligus menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat kemampuan peserta menerapkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.
“Setelah pelatihan, mereka akan magang di perusahaan atau UMKM yang sudah kami siapkan. Selama proses tersebut, kami melihat bagaimana keterampilan yang mereka miliki dapat memberikan dampak bagi perusahaan atau UMKM,” ujarnya.
Peserta tidak dikenai biaya untuk mengikuti program magang. Sebaliknya, mereka memperoleh bayaran selama menjalani masa magang. Skema tersebut dirancang untuk membantu peserta bertransisi dari dunia pendidikan atau kondisi belum bekerja menuju dunia kerja.
Dorong Akses Kerja dan Kemandirian
Kepala Bidang Penempatan Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jawa Timur Purwanti Utami mengatakan, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja bagi kaum muda.
Menurutnya, peserta tidak hanya diarahkan untuk bekerja di perusahaan, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan usaha secara mandiri berdasarkan keterampilan yang diperoleh.
Pendampingan juga tetap diberikan setelah peserta mendapatkan pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu peserta beradaptasi dan mengembangkan kemampuan di lingkungan kerja.
“Pendampingan tidak berhenti ketika peserta mendapatkan pekerjaan. Mereka tetap diarahkan agar mampu beradaptasi dan berkembang di lingkungan kerja,” ujarnya.
Kerja sama Disnakertrans Jawa Timur dan Plan Indonesia ditargetkan berlangsung hingga 2027. Pada tahun pertama, program tersebut menargetkan tingkat penempatan peserta sekitar 80 persen. Sementara itu, tingkat retensi peserta yang telah ditempatkan disebut mencapai sekitar 98 persen.
Future Innovators Bootcamp merupakan bagian dari Futuremakers Youth Employability Programme (FYEP) dan InnovAItion (AI Skilling for Young Workers) yang dilaksanakan Plan Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antara keterampilan kaum muda dan kebutuhan praktis dunia industri.
Di Jawa Timur, FYEP telah melatih 733 peserta, terdiri atas 367 perempuan dan 83 penyandang disabilitas. Sebanyak 302 peserta tercatat telah bekerja di sektor ritel, teknologi informasi (TI), dan perhotelan.
Selain Jawa Timur, Future Innovators Bootcamp juga dilaksanakan di Jawa Tengah, Jabodetabek, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Rangkaian program secara keseluruhan berlangsung hingga 30 Januari 2027.
Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, karya dan capaian peserta nantinya ditampilkan melalui pameran atau showcase. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk menunjukkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.
Melalui keterampilan digital, pengalaman magang berbayar, dan pendampingan berkelanjutan, program tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan perempuan muda memasuki dunia kerja serta membuka peluang pengembangan karier dan kewirausahaan.(MC Prov Jatim/hjr/eyv)