Kota Gorontalo, InfoPublik — Keberadaan Rumah Kebangsaan Cipayung Plus diharapkan mampu menjadi wadah kritis mahasiswa dalam memberikan masukan, dan umpan balik terhadap berbagai program serta kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Hal itu disampaikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, saat meresmikan rumah kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo di Kelurahan Huangobotu Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo, Rabu (30/9/2026).
Peresmian turut dihadiri Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo bersama Sekda Provinsi Sofian Ibrahim.
Gubernur menegaskan, tidak semua gagasan atau kebijakan yang dirancang pemerintah daerah dapat terimplementasi secara sempurna di lapangan tanpa adanya kontrol sosial.
Oleh karena itu, sinergi antara kajian data akademis mahasiswa dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat diperlukan untuk membedah berbagai persoalan krusial di masyarakat.
"Adik-adik ini silakan buat forum, nanti cari isunya apa, begitu juga dengan OPD kemudian kaji di sini. Misalnya soal Pertalite, bahasa di lapangan Pertalite kurang, tapi kalau dilihat dari data BPH Migas kuotanya pas. Ada di mana ini kurangnya? Ini kalau dari adik-adik dari lapangan ada yang tahu, nanti kita komunikasikan dan perbaiki, entah dari tata kelola atau kekurangan pasokan," ujar Gusnar.
Gusnar berharap adanya para pemikir-pemikir hebat yang hadir dari gerakan Cipayung plus Gorontalo.
Disamping menyampaikan aspirasi, forum ini juga menghadirkan sebuah gagasan-gagasan pembangunan yang dituangkan dalam sebuah tulisan dan dimuat oleh media-media ternama.
Kelompok Cipayung Plus Provinsi Gorontalo merupakan forum gabungan yang terdiri dari beberapa organisasi kemahasiswaan eksternal kampus. Ada sembilan organisasi mahasiswa yang tergabung diantaranya HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, Kesatuan Mahasiswa Hindhu Dharma Indonesia, IMM, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi dan KAMMI. (mcgorontaloprov/isam)