Pangkalan Bun, InfoPublik - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), mendorong penguatan keterhubungan antara lembaga pelatihan kerja dan dunia industri agar program pelatihan yang diberikan kepada masyarakat semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Upaya tersebut dilakukan melalui Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Kabupaten Kobar yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi lembaga pelatihan dan industri dalam mengidentifikasi kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
Kepala Disnakertrans Kobar, Yudhi Hudaya, mengatakan, keterlibatan dunia industri penting agar pelatihan kerja tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
“Pengukuhan FKLPID ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara lembaga pelatihan dengan dunia industri. Kita ingin pelatihan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga kompetensi yang dimiliki peserta pelatihan dapat memberikan manfaat dan membuka peluang mereka untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Yudhi di Pangkalan Bun, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, FKLPID memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi kebutuhan kompetensi di dunia industri sekaligus mendorong lembaga pelatihan menyesuaikan program yang diselenggarakan.
“Kami berharap FKLPID dapat menjadi wadah komunikasi yang aktif, mampu mengidentifikasi kebutuhan kompetensi di dunia industri dan kemudian mendorong lembaga pelatihan untuk menyesuaikan programnya. Dengan demikian, pelatihan kerja tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada hasil dan keterhubungan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Hal senada disampaikan narasumber dari FKLPI Pusat Rochmat Yuwono. Menurutnya, komunikasi antara lembaga pelatihan dan industri perlu dibangun secara berkelanjutan agar perkembangan kebutuhan kompetensi di dunia kerja dapat segera direspons melalui program pelatihan.
“FKLPID di daerah diharapkan tidak hanya menjadi forum komunikasi secara administratif, tetapi benar-benar menjadi wadah kolaborasi antara lembaga pelatihan dan industri. Kebutuhan industri harus dapat menjadi salah satu dasar dalam penyusunan program pelatihan, baik dari sisi jenis kompetensi, standar kemampuan maupun kebutuhan tenaga kerja,” jelas Rochmat.
Ia menambahkan, industri dapat menyampaikan kebutuhan dan perkembangan kompetensi yang diperlukan, sementara lembaga pelatihan menyiapkan sumber daya manusia melalui program yang relevan.
“Kita perlu membangun komunikasi yang berkelanjutan. Industri dapat menyampaikan kebutuhan dan perkembangan kompetensi yang diperlukan, sementara lembaga pelatihan menyiapkan sumber daya manusia melalui program yang relevan. Kolaborasi seperti inilah yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja di daerah,” katanya.
Untuk memperkuat fungsi tersebut, Feptiono Fitrah Ramadhan dikukuhkan sebagai Ketua FKLPID Kabupaten Kotawaringin Barat bersama jajaran pengurus Masa Bhakti 2026–2029 dalam kegiatan yang digelar di Aula Hotel Andika Pangkalan Bun.
Kepengurusan tersebut diharapkan dapat menjalankan fungsi komunikasi dan kolaborasi secara aktif dengan melibatkan lembaga pelatihan serta pelaku industri. Dengan komunikasi yang lebih intensif, kebutuhan kompetensi tenaga kerja dapat dipetakan dan diterjemahkan menjadi program pelatihan yang lebih relevan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Subkoordinator Bidang Pengembangan Pendanaan Pelatihan Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan RI Berton Pasaribu, jajaran Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnakertrans Kobar, serta 20 peserta dari Tim FKLPID.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Disnakertrans Kobar mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja sekaligus memperkuat keterhubungan antara pelatihan vokasi dan kebutuhan pasar kerja di Kabupaten Kotawaringin Barat. (mc kobar)