Kubu Raya, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya mencatat nilai indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,38 pada 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu materi pembelajaran bagi dosen dan mahasiswa Manajemen Informatika dan Komputer (MIKOM) Pontianak dalam mengenal penerapan pemerintahan digital, pengelolaan jaringan internet, serta keamanan data pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kubu Raya, Hefmi Rizal, mengatakan evaluasi SPBE menjadi salah satu aspek penting dalam mengukur perkembangan penerapan teknologi digital pada penyelenggaraan pemerintahan.
“Pada 2025, Kabupaten Kubu Raya memperoleh nilai indeks SPBE sebesar 3,38 yang menunjukkan capaian cukup baik dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik,” ungkap Hefmi saat menerima audiensi dosen dan mahasiswa MIKOM Pontianak di Ruang Rapat Wakil Bupati Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Rabu (14/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Diskominfo Kubu Raya memberikan penjelasan mengenai pengelolaan infrastruktur jaringan internet, dasar-dasar teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta penerapan pengamanan data dalam mendukung layanan pemerintahan digital.
Hefmi menyebutkan bahwa pengamanan informasi menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terhadap data penting yang digunakan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Untuk pengamanan data, saat ini sudah kita optimalkan, terutama data-data yang sangat krusial. Ke depan, pengamanan tersebut akan terus kita tingkatkan,” ujar Hefmi.
Menurutnya, peningkatan pemanfaatan layanan digital perlu diimbangi dengan penguatan sistem keamanan informasi untuk mengurangi risiko gangguan dan penyalahgunaan data.
Sementara itu, dosen MIKOM Pontianak, Edisius Lancani, mengatakan audiensi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu teknologi informasi dalam lingkungan kerja pemerintahan.
Ia menilai mahasiswa perlu memiliki pemahaman mengenai keamanan informasi dan perlindungan data pribadi, selain menguasai keterampilan teknis yang diperoleh selama perkuliahan.
Edisius menjelaskan, pembelajaran di lingkungan kampus mencakup sejumlah bidang teknologi, antara lain persandian, pemrograman (coding), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta desain grafis.
Menurutnya, penguasaan berbagai bidang tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, termasuk sektor pemerintahan dan dunia usaha.
Ia berharap kunjungan ke Diskominfo Kubu Raya dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan teknologi informasi dalam pelayanan publik sekaligus memberikan gambaran tentang peluang pemanfaatan keahlian mereka setelah menyelesaikan pendidikan.
(Red_DiskominfoKKR/IKP/Editor;ird)