Porsenijar Jadi Wadah Guru Kubu Raya Asah Prestasi dan Pererat Silaturahmi
Istimewa
Istimewa
Kubu Raya, InfoPublik — Sekitar 570 guru dan tenaga kependidikan mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Kabupaten Kubu Raya 2026. Hal itu diselenggarakan sebagai ajang mempererat kebersamaan dan menjaring potensi untuk kompetisi tingkat lebih tinggi.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan Porsenijar tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga ruang untuk membangun silaturahmi sesama tenaga pendidik.
“Porsenijar bukan sekadar bertanding. Kita ingin membangun kebersamaan, membuat para guru bahagia, sekaligus melihat potensi-potensi yang ada untuk kita bina dan kita persiapkan ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Sujiwo di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, peserta yang menunjukkan potensi dan prestasi dapat dipersiapkan untuk mewakili PGRI Kubu Raya pada ajang tingkat provinsi hingga nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan perkembangan revitalisasi sarana pendidikan di Kubu Raya. Menurut dia, dari lebih dari 200 sekolah negeri yang menjadi sasaran, sekitar 60 hingga 70 sekolah telah ditangani.
Ia menargetkan revitalisasi sarana dan prasarana taman kanak-kanak negeri, sekolah dasar negeri, dan sekolah menengah pertama negeri dapat dituntaskan pada 2028.
“Insyaallah dalam dua tahun kita selesaikan. Pendidikan yang berkualitas harus dimulai dari tempat belajar yang aman, bersih, baik, dan memadai,” katanya.
Sujiwo juga meminta proses revitalisasi sekolah diawasi agar berjalan sesuai ketentuan. Untuk sekolah swasta, pemerintah daerah disebut akan mencari dukungan melalui pemerintah pusat dan skema lain yang tersedia.
Selain infrastruktur pendidikan, Sujiwo menyinggung rencana peningkatan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Ia menyebut pemerintah daerah menargetkan TPP dapat mencapai 100 persen pada tahun berikutnya dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp98,9 miliar.
Namun, menurutnya, realisasi TPP tetap bergantung pada kemampuan fiskal daerah serta dukungan pemerintah pusat. Kepada para guru, Sujiwo meminta agar tugas pendidikan dijalankan dengan menjaga integritas dan keteladanan.
“Kalau Bapak Ibu bekerja baik dan taat aturan, saya akan menjadi orang tua yang melindungi. Tetapi kalau ada pelanggaran, tentu akan kita tindak sesuai ketentuan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kubu Raya, Zainiansyah, mengatakan Porsenijar 2026 menjadi kegiatan perdana yang digelar di bawah kepengurusan PGRI yang baru.
Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan setiap dua tahun tersebut ditujukan untuk menemukan potensi dan bakat guru maupun tenaga kependidikan yang sebelumnya belum terlihat.
Peserta Porsenijar telah melalui seleksi di tingkat kecamatan. Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola mini, bola voli, sepak takraw, tenis meja, dan bulu tangkis.
Sementara pada bidang seni dan pembelajaran, peserta mengikuti lomba seni rupa, menyanyi, pantun, puisi, enobel, coding, hingga inovasi pembelajaran.
Zainiansyah berharap Porsenijar menjadi wadah pengembangan potensi sekaligus mempererat kebersamaan guru dan tenaga kependidikan. Peserta berprestasi selanjutnya diharapkan dapat dipersiapkan untuk mengikuti ajang PGRI pada tingkat yang lebih tinggi.
(Red-DiskominfoKKR/IKP/Editor;ird)
© Copyright 2026, All Rights Reserved