Probolinggo, InfoPublik — Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo tahun 2026 ditutup melalui Probolinggo Bersolek Exhibition 2026 di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Minggu (27/9/2026).
Penutupan dimeriahkan pertunjukan tari kolaborasi lintas komunitas yang memadukan cosplay dan silat, penyerahan penghargaan lomba lampu hias antarperangkat daerah, pelepasan Festival Balon 667, pengundian hadiah satu unit sepeda motor, serta hiburan musik.
Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, mengatakan peringatan hari jadi tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga diharapkan mendorong semangat seluruh elemen masyarakat menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Kota Probolinggo terus berbenah, berinovasi dan meningkatkan daya saing, terutama dalam perkembangan zaman, kemajuan teknologi serta dinamika global yang semakin kompleks,” ujarnya.
Menurut Ina, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelestarian kebudayaan dan kearifan lokal.
“Tentu itu semua tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan satu dengan yang lain, seluruh elemen, tentunya masyarakat Kota Probolinggo,” pesannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, panitia, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, insan seni, pelaku UMKM, serta masyarakat yang terlibat dalam rangkaian Hari Jadi ke-667.
Sebelum acara penutupan, Ina sempat mengunjungi sejumlah stan pelayanan dan UMKM. Setelah acara, ia kembali mendatangi stan pedagang di kawasan stadion.
Sementara itu, Kepala Baperida Kota Probolinggo sekaligus Ketua Panitia Hari Jadi ke-667, Rey Suwigtyo, mengatakan rangkaian kegiatan sejak 3 hingga 27 September 2026 turut memberikan aktivitas ekonomi bagi masyarakat.
Berdasarkan evaluasi panitia, pergerakan ekonomi selama rangkaian kegiatan diperkirakan mendekati Rp1,5 miliar.
Menurut Rey, angka tersebut lebih rendah dibandingkan pelaksanaan Semipro. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi adalah waktu penyelenggaraan yang bersamaan dengan sejumlah kegiatan serupa di kabupaten dan kota sekitar.
“Animo masyarakat sebenarnya juga luar biasa,” ujarnya.
Rey mengatakan hasil evaluasi selama penyelenggaraan akan menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara acara EHA, para sponsor, Polresta Probolinggo, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta pihak lain yang mendukung keamanan dan ketertiban selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Ketertiban dan ketenteraman merupakan tugas dan tanggung jawab kita dalam melaksanakan event,” tegasnya.