SLEMAN, InfoPublik – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja lintas daerah dari Dinsos Kabupaten Bogor bersama Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) dan sejumlah unsur Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), Selasa (22/9/2026).
Pertemuan di Aula Nakula Dinsos Sleman ini difokuskan pada pertukaran pengalaman dalam pengelolaan pelayanan kesejahteraan sosial masyarakat.
Rombongan delegasi dari Bogor yang berjumlah sekitar 40 orang diterima langsung oleh Kepala Dinsos Sleman, Wawan Widiantoro. Dalam forum tersebut, Wawan memaparkan secara komprehensif ekosistem inovasi pelayanan sosial andalan Sleman.
“Program-program unggulan ini kami kembangkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan sosial yang mudah, cepat, dan tepat sasaran, sekaligus mendorong mereka agar semakin berdaya secara ekonomi maupun sosial,” jelas Wawan.
Beberapa inovasi rujukan yang dipaparkan oleh Wawan antara lain program N(G)antar Paimah, yakni layanan transportasi antar-jemput gratis bagi masyarakat pengunjung Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Sembada.
Selain itu, Dinsos Sleman juga memiliki program Kersaku Sembada yang memfasilitasi magang kerja sambil kuliah khusus bagi lulusan SMA atau SMK dari keluarga kurang mampu.
Guna memperkuat basis digitalisasi, Wawan turut mengenalkan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dirancang sebagai ekosistem digital untuk mendukung pengelolaan data mutakhir dan pelayanan bantuan sosial terpadu.
Penguatan SDM dan kesejahteraan juga diwujudkan melalui program Sleman Pintar dan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang memberikan dukungan beasiswa pendidikan, pelatihan kerja, serta pemenuhan kebutuhan dasar dan kesehatan warga rentan.
Menanggapi paparan tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan Dinsos Kabupaten Bogor, R. Indra Nurcahya, menyampaikan, tujuan utama studi tiru ini adalah meningkatkan kapasitas tata kelola organisasi dan manajemen akreditasi lembaganya.
“Fokus utama kami adalah mempelajari kebijakan makro dan eksekusi SLRT di Dinsos Sleman. Selain itu, kami juga ingin membedah sejauh mana keterlibatan LKKS dalam pengelolaan serta pendistribusian bantuan sosial maupun dana hibah kepada LKS di Sleman,” urai Indra.
Mengapresiasi pesatnya digitalisasi dan inovasi di Sleman, Indra berharap hasil dialog ini dapat diadaptasi untuk menyempurnakan layanan sosial di Kabupaten Bogor. (MC Kab. Sleman / KIM Seyegan / Sutarto Agus)