JAKARTA, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong mengambil langkah proaktif dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi hijau nasional.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui audiensi Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, di ruang rapat Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Dalam forum tersebut, Bupati secara resmi mengusulkan agar Parigi Moutong ditetapkan sebagai lokus Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI).
Turut didampingi jajaran pimpinan DPRD dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati memaparkan berbagai keunggulan komparatif wilayahnya.
Parigi Moutong diklaim memiliki letak geografis dan kekayaan sumber daya alam yang sangat relevan dengan tujuan program SEHATI.
Panjangnya garis pantai serta banyaknya jumlah desa dinilai sangat strategis untuk dikolaborasikan dengan program unggulan daerah yang sudah berjalan, yakni Gerakan Membangun Desa (GERBANG DESA).
Bupati menguraikan, Parigi Moutong saat ini berstatus sebagai lumbung beras terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah.
Potensi perkebunannya pun sangat menjanjikan, terbukti dari komoditas durian beku yang telah menembus pasar ekspor ke Tiongkok.
Wilayah ini juga tercatat sebagai penghasil komoditas kelapa dalam dan kakao terbesar se-Sulawesi Tengah.
Di sektor kemaritiman, kekayaan hayati Teluk Tomini diproyeksikan masih sangat terbuka untuk dikembangkan guna menarik arus investasi.
Kendati kaya akan potensi alam, Parigi Moutong tak luput dari tantangan infrastruktur.
Kepala Dinas Perhubungan Parigi Moutong, Lewis, menjelaskan, variasi topografi dari kawasan pesisir, dataran rendah, hingga pegunungan menyebabkan kendala aksesibilitas di sejumlah kecamatan.
Kondisi infrastruktur jalan yang belum optimal serta jarak tempuh yang jauh kerap menghambat mobilitas warga, akses layanan dasar, hingga kelancaran distribusi hasil bumi ke pusat-pusat ekonomi.
Usulan beserta pemaparan kondisi riil daerah tersebut mendapat respons positif dari pemerintah pusat.
Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Mulyadin Malik, menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif tersebut.
Ia memproyeksikan Parigi Moutong dapat ditetapkan sebagai lokus Program SEHATI pada tahun 2027, yang nantinya akan didukung pula oleh skema pengembangan kawasan transmigrasi.
Menyambut sinyal terang tersebut, Bupati menegaskan komitmennya untuk segera merampungkan seluruh persyaratan administratif demi percepatan kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong. (MC Kab. Parigi Moutong / Ardiansyah)