Atasi Kemacetan Ketapang, Dermaga hingga Jalur Lingkar Banyuwangi Dibenahi
Istimewa
Istimewa
Banyuwangi, InfoPublik — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, PT ASDP Indonesia Ferry, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang, mulai dari optimalisasi dermaga hingga peningkatan kapasitas parkir dan jalur alternatif.
Pemprov Jawa Timur akan mengoptimalkan aset dermaga yang berada di lahan milik pemerintah provinsi, yakni Dermaga MB 4, Dermaga LCM, dan Dermaga Bulusan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan Pemprov telah mengalokasikan anggaran Rp6 miliar untuk membenahi lahan di Dermaga Bulusan.
Dermaga tersebut merupakan area docking kapal yang dalam beberapa waktu terakhir turut dimanfaatkan sebagai lokasi bongkar muat kapal pengangkut truk berukuran besar.
Namun, pemanfaatannya masih bergantung pada kondisi cuaca dan arus karena fasilitas dolphin atau struktur penunjang sandar kapal mengalami kerusakan akibat tertabrak kapal.
“Kekhawatiran dari Kadishub Pemrov Jatim adalah apabila dolphin itu dibangun lagi, bisa tertabrak dan rusak kembali. Jadi, kami meminta Kadishub berkoordinasi dengan Syahbandar untuk membahasnya,” kata Emil saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Selasa (22/9/2026).
Selain Dermaga Bulusan, Pemprov Jawa Timur berencana mengoptimalkan Dermaga LCM yang selama ini menjadi salah satu titik pelayanan penyeberangan truk tronton.
Saat ini, Dermaga LCM dapat digunakan untuk tiga titik sandar kapal. Struktur landasan dermaga direncanakan ditingkatkan agar dapat melayani empat titik sandar.
“Untuk dermaga ini, akan kita optimalkan agar bisa menambah kapasitas,” ujar Emil.
Peningkatan Dermaga LCM baru akan dilakukan setelah pembangunan Dermaga Ponton oleh ASDP di Pelabuhan Ketapang selesai. Langkah tersebut diperlukan agar pekerjaan infrastruktur tidak mengganggu lalu lintas kapal yang sedang beroperasi.
Emil mengatakan penanganan kemacetan membutuhkan proses dan koordinasi lintas instansi sehingga belum dapat diselesaikan secara instan.
“Intinya kami menatap ke depan. Semua pihak baik Pemprov, ASDP, Kementerian Perhubungan, hingga Pemerintah Kabupaten bersama-sama mencari solusi,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan pembangunan Dermaga Ponton menjadi Dermaga MB 5 masih berlangsung.
Dermaga tersebut diproyeksikan menjadi penunjang penyeberangan kendaraan besar dengan peningkatan kapasitas dari 30 ton menjadi 50 ton.
Menurut Media, pembangunan Dermaga MB 5 ditargetkan selesai sebelum Idulfitri.
“Nantinya secara bertahap akan ditingkatkan kapasitasnya untuk dermaga-dermaga MB yang ada,” katanya.
Selain penguatan fasilitas pelabuhan, Pemkab Banyuwangi akan meningkatkan sejumlah infrastruktur pendukung di lahan milik pemerintah daerah.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengatakan salah satu yang menjadi perhatian adalah area parkir Terminal Sri Tanjung yang selama ini dimanfaatkan untuk menampung truk besar ketika terjadi kepadatan menuju Pelabuhan Ketapang. “Supaya ke depan semakin banyak truk yang tertampung di sana,” kata Mujiono.
Pemkab Banyuwangi juga berencana meningkatkan kapasitas Jalur Lingkar Ketapang yang menjadi jalur alternatif saat terjadi kemacetan. “Ini menjadi jalur alternatif saat macet, sehingga nanti kendaraan bisa dialihkan ke jalur tersebut,” ujarnya.
Rangkaian pembenahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan penyeberangan sekaligus memperbaiki pengaturan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang. (*)
© Copyright 2026, All Rights Reserved