Sebanyak 20 Motif Batik Lumajang Siap Tampil di BALOS 2026
LPPL Radio Suara Lumajang (Istimewa)
LPPL Radio Suara Lumajang (Istimewa)
Lumajang, InfoPublik — Sebanyak 20 motif batik karya pembatik Lumajang akan ditampilkan dalam Batik Lumajang (BALOS) 2026 bertajuk Harmony in Heritage yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut akan menghadirkan peragaan busana, lomba fesyen batik ready to wear, eksibisi batik khas Lumajang, serta bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rencana pelaksanaan BALOS 2026 diperkenalkan melalui Talkshow Jelajah Informasi dan Berita (JELITA) LPPL Suara Lumajang, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (22/9/2026).
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Joko Setiyo, mengatakan BALOS dirancang sebagai ruang untuk mempertemukan batik lokal dengan kreativitas masyarakat.
“Semua terlibat dan peserta wajib menggunakan batik khas Lumajang. Saat ini sudah ada 20 motif karya pembatik yang telah dipatenkan dan menjadi milik Lumajang,” ujarnya.
Menurut Joko, 20 motif tersebut akan ditampilkan pada pembukaan rangkaian peragaan busana sebagai bagian dari upaya memperkenalkan ragam batik khas Lumajang kepada masyarakat.
Desainer fesyen sekaligus pemilik NKmodels.inc, Nur Kholis Majid, mengatakan salah satu rangkaian BALOS 2026 adalah lomba fesyen batik ready to wear.
“Lomba fashion batik ready to wear memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menampilkan kreativitas dalam mengolah batik Lumajang menjadi busana yang modern dan menarik,” ungkapnya.
Peserta lomba terbuka bagi berbagai kelompok usia, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP/MTs, SMA/SMK, masyarakat umum, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Lumajang.
Peserta dari luar daerah juga dapat mengikuti kegiatan dengan ketentuan menggunakan batik khas Lumajang.
BALOS 2026 akan berlangsung di dua lokasi utama. Kawasan depan Kantor Bupati Lumajang akan digunakan untuk peragaan busana, sedangkan Alun-Alun Lumajang menjadi lokasi eksibisi batik dan bazar UMKM.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku batik dan UMKM diharapkan memperoleh ruang lebih luas untuk memperkenalkan produk, sementara masyarakat dapat mengenal ragam motif dan kreasi batik Lumajang secara langsung.
Tema Harmony in Heritage juga diarahkan untuk menunjukkan bahwa batik sebagai warisan budaya dapat terus dikembangkan melalui kreativitas tanpa kehilangan identitas lokalnya.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Fb/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved