Surabaya, InfoPublik – Menjaga kebersihan sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama. Semangat tersebut diwujudkan Pemerintah Kota Blitar melalui aksi bersih Sungai Lahar di Jalan Kerantil, Kelurahan Sukorejo dalam momentum World Cleanup Day (WCD) 2026.
Berdasarkan rilis yang diterima Tim JNR Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim pada Senin (21/9/2026), Aksi tersebut melibatkan lintas unsur, jajaran samping, serta elemen masyarakat dengan jumlah peserta kurang lebih 150 orang. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mengatakan, aksi bersih sungai menjadi salah satu upaya mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membangun kebiasaan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan maupun ke sungai.
“Ini juga melatih kebiasaan kita semua untuk membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dapat menumbuhkan budaya, membuang sampah harus pada tempatnya,” kata Tri Iman.
Menurut Tri Iman, pembiasaan membuang sampah pada tempatnya menjadi bagian penting dalam membangun budaya menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam aksi bersih lingkungan menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartati mengatakan, kegiatan World Cleanup Day rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Blitar dengan melibatkan berbagai unsur. Setiap tahunnya, lokasi pelaksanaan aksi bersih sungai juga berganti. “Peringatan World Cleanup Day tahun ini kita kembali lakukan bersama lintas unsur dengan aksi bersih-bersih sungai di Sungai Lahar. Setiap tahunnya selalu berganti-ganti lokasi sungainya,” terang Jajuk.
Pada pelaksanaan tahun ini, aksi bersih sungai dipusatkan di Sungai Lahar, Jalan Kerantil, Kelurahan Sukorejo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas unsur untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan sungai.
Dengan melibatkan sekitar 150 peserta, Jajuk berharap kegiatan tersebut dapat semakin menguatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Aksi bersih-bersih juga diharapkan mampu menjaga kondisi sungai tetap bersih, asri, dan indah. “Jajuk berharap aksi bersih-bersih melalui kolaborasi nyata dalam peringatan World Cleanup Day dapat menjaga sungai tetap bersih, asri, dan indah serta bebas dari sampah,”imbuhnya. (MC Prov Jatim /byu-hjr/eyv)