Surabaya, InfoPublik – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui program Sekolah Perempuan. Salah satunya dilakukan dengan memberikan pelatihan budidaya ikan lele menggunakan galon air minum bekas.
Pelatihan yang berlangsung di aula DP3AP2KB Kota Blitar tersebut melibatkan peserta dari tiga kelompok Sekolah Perempuan, yakni Kelas Anggrek, Tulus, dan Mawar. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.
Berdasarkan rilis yang diterima Tim JNR Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Senin (21/9/2026), Kepala DP3AP2KB Kota Blitar Mujianto mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk mengenalkan kegiatan ekonomi produktif yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas dan lahan terbatas.
“Tema yang kita ambil difokuskan pada masalah ekonomi, yaitu bagaimana memanfaatkan barang-barang bekas untuk menambah pendapatan keluarga. Kali ini kita memanfaatkan galon air minum bekas, terutama galon sekali pakai,” ujar Mujianto.
Menurutnya, galon bekas dapat dimanfaatkan sebagai wadah budidaya lele dalam skala rumah tangga. Selain menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, pemanfaatan tersebut juga dapat membantu mengurangi limbah plastik.
“Satu galon bisa menampung 20 hingga 40 ekor ikan. Kalau punya 10 galon saja, hasilnya sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan harian atau dijual,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai tahapan budidaya lele, mulai dari pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, hingga pencegahan penyakit ikan.
Budidaya lele dipilih, karena relatif mudah dipelajari serta didukung ketersediaan bibit dan pakan yang cukup di wilayah Blitar.
Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan, DP3AP2KB Kota Blitar bersama tim PKL UIN SATU Tulungagung memberikan stimulan berupa paket sarana budidaya kepada peserta. Paket tersebut terdiri atas galon bekas, pakan, obat-obatan, dan bibit ikan lele.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong peserta Sekolah Perempuan mengembangkan kegiatan budidaya ikan secara mandiri sebagai salah satu alternatif usaha rumah tangga.(MC Prov. Jatim/byu-hjr/eyv)