PRA 2026 Dorong RT Padang Terus Berinovasi
Padang, InfoPublik – Menjadi juara dalam Padang Rancak Award (PRA) ternyata bukan garis akhir. Sejumlah RT yang pernah meraih penghargaan justru menggunakan capaian tersebut sebagai modal untuk memperbaiki lingkungan dan menghadirkan inovasi baru.
Fenomena itu terlihat pada hari kedua penilaian PRA 2026 sesi kedua, Kamis (17/9/2026). Empat tim juri yang menyambangi ratusan RT menemukan perubahan di sejumlah wilayah, termasuk lingkungan yang sebelumnya telah menjadi juara tingkat kota maupun kecamatan.
Di sisi lain, RT yang belum berhasil pada sesi sebelumnya juga menunjukkan persiapan lebih serius. Persaingan dalam PRA tidak hanya diikuti para juara lama, tetapi juga mendorong lingkungan lain untuk berbenah dan mencoba menghadirkan gagasan baru. “Kami mencoba peruntungan, siapa tahu dapat juara,” ujar salah seorang Ketua RT yang meminta namanya tidak disebutkan.
Perubahan yang ditemukan tim juri menunjukkan bahwa dampak PRA tidak berhenti setelah pengumuman pemenang. Sejumlah RT memanfaatkan hadiah yang diperoleh untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas lingkungan.
Salah seorang juri PRA 2026, Andri Rusta, mengaku menemukan perubahan yang cukup signifikan ketika kembali menilai sejumlah RT yang pernah menjadi juara. “Ada RT yang membuat taman digital dan melengkapi sarana dan prasarananya,” kata Andri.
Menurutnya, inovasi yang sebelumnya sudah dimiliki sejumlah RT juga terus dikembangkan. Kondisi tersebut menunjukkan munculnya dorongan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan setelah kompetisi selesai.
Dengan demikian, PRA tidak hanya menjadi ajang penilaian kebersihan, tetapi juga memunculkan pola perbaikan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat RT.
Kreativitas warga menjadi salah satu hal yang menarik perhatian juri pada penilaian sesi kedua. Sedikitnya 35 inovasi disampaikan kepada tim juri dari berbagai RT yang dikunjungi.
Beberapa inovasi bahkan dikemas dengan nama yang unik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari warga. Salah satunya adalah konsep pot bunga yang diberi nama “pot bunga duda sedang mencari jodoh” dan “pot bunga janda tidak produktif”.
Pot bunga tersebut dirancang menyerupai figur manusia dan kemudian dimanfaatkan sebagai media tanaman. Bagi juri, kreativitas semacam itu menunjukkan bagaimana warga dapat mengolah lingkungan dengan gagasan sederhana tetapi menarik.
“Nama inovasi yang dimunculkan membuat kami tergelitik. Pot bunga itu disulap seperti manusia yang ditanami bunga. Ini cukup menarik,” ujar Andri ketika mengunjungi salah satu RT yang pernah menjuarai PRA.
Munculnya inovasi dari RT yang pernah menjadi juara maupun peserta yang belum beruntung menunjukkan bahwa PRA mulai membangun persaingan positif di tingkat lingkungan.
Bagi pemerintah daerah, semangat tersebut penting untuk memastikan kebersihan tidak hanya dilakukan ketika penilaian berlangsung. Salah satu kebiasaan yang terus didorong adalah pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Andri berharap PRA dapat semakin menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten. “Melalui PRA ini kami berharap seluruh RT di Padang semakin tergerak untuk terus menjaga kebersihan dan melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga,” katanya.
Semangat tersebut juga diarahkan untuk memperkuat gerakan Padang Juara dan Padang Rancak di tengah masyarakat. Dengan semakin banyak RT yang berinovasi dan menjaga lingkungan secara mandiri, dampak kompetisi diharapkan tidak berhenti pada penentuan pemenang, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan warga sehari-hari.
(Charlie)
~ 📤 by Ju
© Copyright 2026, All Rights Reserved