SLEMAN, InfoPublik – Pemetaan tematik sebaran budidaya dan pengolahan hasil pertanian diposisikan sebagai instrumen strategis untuk membaca potensi pangan, rantai produksi, serta peluang ekonomi lokal.
Hal tersebut ditegaskan oleh pegiat Komunitas Peta Hijau, Thomas Widiyanto, dalam forum Pasar Pangkon pada Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 yang digelar di Kabupaten Sleman, Rabu (16/9/2026).
Thomas menjelaskan, peta sebaran pertanian berbasis konsep Peta Hijau atau Green Map tidak sebatas menampilkan batas administratif wilayah semata.
Informasi spasial tematik yang disajikan mampu memetakan jenis komoditas unggulan yang dikembangkan warga, sehingga masyarakat dapat mengenali karakter ekologis dan komoditas pangan utama yang tumbuh di lingkungan sekitarnya.
Selain mendokumentasikan sektor hulu budidaya, pemetaan terhadap sentra pengolahan hasil pertanian di hilir dinilai sangat krusial.
Pendataan industri rumah tangga dan kelompok usaha pengolahan pangan memungkinkan terbentuknya jejaring langsung antara petani sebagai produsen dengan pelaku usaha pengolah maupun konsumen, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Thomas menekankan pentingnya penerapan metode pemetaan partisipatif yang melibatkan warga secara aktif dalam pengumpulan data wilayah.
Keterlibatan masyarakat secara langsung tidak hanya menjamin keakuratan informasi geografis, tetapi juga mendokumentasikan kearifan lokal serta memperkokoh kolaborasi ekonomi berbasis komunitas di Sleman. (MC Sleman / KIM Pararta Guna Gamping / Adnan Nurtjahjo)