Padang Perkuat Data Kota Sehat Menuju Swasti Saba Wistara
Padang, InfoPublik – Kota Padang mulai memperkuat persiapan menuju penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional 2027. Selain memastikan kelengkapan dokumen, pemerintah daerah membenahi penginputan data capaian dan menyiapkan titik serta objek pantau sebagai bagian dari proses verifikasi berjenjang.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Penginputan Data Capaian KKS Kota Padang 2026 pada Aplikasi Swasti Saba dan SIPANTAS di Aula Dinas Kesehatan Kota Padang, Kamis (17/9/2026).
Rapat melibatkan Dinas Kesehatan Kota Padang, Forum Kota Sehat (FKS), keyperson dari organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu KKS, serta perwakilan kecamatan se-Kota Padang.
Fokus utama pertemuan adalah menyamakan pemahaman terhadap indikator penilaian, melengkapi data dukung capaian 2025 dan 2026 pada masing-masing tatanan, serta menentukan lokasi dan objek yang akan menjadi bagian dari pemantauan KKS.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan, proses tersebut merupakan bagian dari tahapan yang telah disusun dalam timeline penanganan Kota Sehat. Untuk itu, kesiapan data menjadi salah satu bagian penting karena capaian Kota Sehat perlu didukung bukti yang dapat diverifikasi, bukan hanya laporan administratif.
“Kegiatan kita hari ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah kita buatkan timeline terkait dengan penilaian Kota Sehat. Karena memang harapan kita untuk tahun 2027 nanti, penilaian dari pusat, Kota Padang mendapatkan Swasti Saba Wistara,” ujar Srikurnia.
Ia menjelaskan, pemerintah kota mengundang keyperson dari setiap OPD dan kecamatan untuk memastikan kelengkapan dokumen sekaligus mematangkan titik dan objek pantau. “Dalam rapat ini kita mengundang seluruh keyperson masing-masing OPD dan kecamatan untuk membahas kelengkapan dokumen hingga titik dan objek pantau,” katanya.
Koordinasi lintas sektor menjadi penting karena indikator Kota Sehat mencakup berbagai aspek yang tidak hanya berada dalam kewenangan Dinas Kesehatan. Karena itu, capaian setiap OPD perlu terdokumentasi dan terhubung dalam satu proses penilaian.
Dalam tahapan 2026, seluruh OPD pengampu KKS memiliki waktu hingga 30 September 2026 untuk menyelesaikan penginputan data capaian pada aplikasi Swasti Saba dan SIPANTAS. Setelah itu, dokumen akan memasuki tahap verifikasi oleh Tim Pembina Provinsi Sumatera Barat pada 9 Oktober 2026.
Srikurnia menyampaikan, sosialisasi dari Bappeda Provinsi Sumatera Barat menjadi bagian dari pembinaan sebelum proses penilaian berlanjut ke tingkat berikutnya. Apabila lolos verifikasi tingkat provinsi, dokumen akan diteruskan untuk penilaian tingkat nasional pada April 2027. Tahapan berikutnya mencakup presentasi oleh Wali Kota Padang Fadly Amran sebelum evaluasi lapangan (field evaluation) oleh tim nasional yang diperkirakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2027.
Rangkaian tersebut membuat kesiapan pemerintah daerah perlu dibangun sejak tahap pengumpulan data, bukan hanya menjelang evaluasi lapangan.
Ketua FKS Kota Padang Rukayah Anwar menekankan pentingnya komitmen seluruh OPD pengampu untuk memenuhi batas waktu penginputan data. “Kita menyampaikan kepada OPD pengampu bahwa 30 September batas maksimalnya mereka harus memberikan data kita untuk data 2026, dan 9 Oktober akan diverifikasi oleh Tim Pembina Provinsi Sumatera Barat,” ujar Rukayah.
Menurut Rukayah, koordinasi antarpengampu menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh capaian Kota Sehat terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses verifikasi.
FKS Kota Padang juga mencatat capaian tahun sebelumnya dengan meraih peringkat pertama tingkat Provinsi Sumatera Barat. Capaian tersebut menjadi bagian dari konteks persiapan untuk mempertahankan kinerja Kota Padang dalam penilaian berikutnya.
“Kita berharap tahun ini dan 2027 nanti kita kembali mendapat peringkat satu untuk provinsi serta meraih Swasti Saba Wistara pada penilaian tingkat nasional tahun 2027,” kata Rukayah.
Bagi Pemerintah Kota Padang, persiapan penilaian KKS sekaligus menjadi momentum memperkuat kerja lintas sektor. Target penghargaan berjalan beriringan dengan upaya memastikan program dan capaian pembangunan kota memiliki data dukung yang lengkap, dapat diverifikasi, serta berdampak pada terciptanya lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat bagi masyarakat.
(Taufik)
~ 📤 by Ju